Jakarta, Sinata.id — Harga emas batangan bersertifikat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang dipasarkan melalui Logam Mulia Antam pada Minggu (5/4/2026) tercatat stabil di level Rp2.857.000 per gram.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap di angka Rp2.577.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga beli kembali (spread) berada di kisaran Rp280.000 per gram.
Perbedaan Harga Emas dan Buyback
Perlu diketahui, Antam menetapkan dua jenis harga dalam transaksi emas batangan, yaitu:
Harga jual: berlaku saat konsumen membeli emas
Harga buyback: berlaku saat konsumen menjual kembali emas
Artinya, jika membeli emas hari ini seharga Rp2.857.000 per gram, maka ketika dijual kembali pada hari yang sama, nilainya hanya sekitar Rp2.577.000 per gram.
Selisih harga ini menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan oleh investor, terutama bagi yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek.
Emas Lebih Cocok untuk Investasi Jangka Panjang
Dengan spread yang cukup lebar, emas cenderung lebih ideal sebagai instrumen investasi jangka panjang. Kenaikan harga yang signifikan dalam jangka waktu tertentu diharapkan mampu menutup selisih harga sekaligus memberikan keuntungan.
Berikut ilustrasi potensi untung dan rugi berdasarkan waktu pembelian:
29 Maret 2026 (Rp2.837.000): -9,16% (rugi)
5 Maret 2026 (Rp3.049.000): -15,48% (rugi)
5 Januari 2026 (Rp2.515.000): +2,47% (untung)
5 Oktober 2025 (Rp2.239.000): +15,10% (untung)
5 Juli 2025 (Rp1.908.000): +35,06% (untung)
5 April 2025 (Rp1.781.000): +44,69% (untung)
5 Januari 2025 (Rp1.539.000): +67,45% (untung)
5 Oktober 2024 (Rp1.482.000): +73,89% (untung)
5 Juli 2024 (Rp1.383.000): +86,33% (untung)
Prediksi Harga Emas Pekan Depan
Harga emas diproyeksikan kembali menguat dan berpotensi menembus level Rp3 juta per gram dalam waktu dekat. Prediksi ini muncul setelah harga emas ditutup di level Rp2.857.000 per gram pada akhir pekan.
Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut harga emas global berpotensi mencapai level resistance hingga US$5.080 per troy ons.
“Kemungkinan besar dalam waktu dekat harga emas logam mulia bisa menembus Rp3 juta per gram,” ujarnya.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, antara lain ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak dunia, dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Rupiah diperkirakan melemah hingga Rp17.120 per dolar AS, seiring meningkatnya kebutuhan impor, terutama energi. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga emas domestik.
Meski tren utama menguat, potensi koreksi tetap terbuka. Jika harga emas global turun ke level US$4.358 per troy ons, harga emas domestik berpotensi terkoreksi ke kisaran Rp2.780.000 per gram.
“Jika terjadi koreksi, harga emas bisa turun di bawah Rp2,8 juta per gram,” kata Ibrahim.
Saat ini, pelaku pasar masih mencermati perkembangan situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang memengaruhi pergerakan harga emas. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini