Sinata.id – Gempa bumi berkekuatan besar kembali mengguncang kawasan Amerika Utara pada Minggu (7/12/2025) pukul 03.41 WIB. Sebuah gempa bermagnitudo 7,0 menghantam wilayah terpencil di sekitar perbatasan Alaska, Amerika Serikat, dengan Teritori Yukon, Kanada, pada Sabtu waktu setempat. Getaran terasa luas hingga ratusan kilometer, namun hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan signifikan.
Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey/USGS) mencatat pusat gempa berada di daerah pegunungan yang jarang penduduk, sekitar ratusan kilometer dari kota Juneau di Alaska dan Whitehorse, ibu kota Yukon.
Gempa tercatat terjadi pada kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer, sehingga guncangannya dirasakan cukup kuat di sejumlah permukiman terdekat.
Di Whitehorse, aparat Kepolisian Berkuda Kanada (RCMP) mengonfirmasi menerima beberapa panggilan darurat dari warga yang merasakan getaran.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Badai Kembar Siklon Senyar–Ditwah Tembus 900 Jiwa
Petugas menyebutkan gempa terasa jelas dan memicu kepanikan singkat, terutama karena sejumlah benda dilaporkan jatuh dari rak dan dinding rumah warga.
Ahli seismologi dari Natural Resources Canada menjelaskan wilayah yang paling terdampak merupakan kawasan pegunungan dengan kepadatan penduduk rendah.
Laporan sementara yang masuk didominasi oleh kejadian barang-barang rumah tangga bergeser atau jatuh, tanpa indikasi kerusakan struktur bangunan.
Komunitas Kanada terdekat dari pusat gempa berada di Haines Junction, sebuah permukiman kecil berpenduduk sekitar seribuan jiwa, berjarak lebih dari 100 kilometer dari episentrum.
Sementara di sisi Alaska, kota Yakutat, yang juga berpenduduk kurang dari seribu orang, menjadi salah satu wilayah terdekat yang merasakan guncangan cukup lama, diperkirakan mencapai 15 hingga 20 detik.
Pusat Gempa Bumi Alaska melaporkan gempa utama tersebut diikuti serangkaian gempa susulan.
Dalam waktu kurang dari satu jam, tercatat puluhan aftershock, beberapa di antaranya berkekuatan lebih dari magnitudo 5,0. Meski demikian, otoritas setempat menegaskan belum menerima laporan korban luka maupun kerusakan infrastruktur.
Ahli kegempaan Alaska menjelaskan gempa dengan kekuatan seperti ini secara teoritis berpotensi memicu kegagalan tanah, longsor, atau kerusakan jalan.
Namun hingga proses pemantauan awal berlangsung, belum ditemukan indikasi dampak tersebut.
Aparat dan tim teknis kini masih berada dalam fase respons dan asesmen lapangan.
Pusat Peringatan Tsunami Nasional memastikan tidak ada peringatan maupun potensi tsunami akibat gempa ini.
Pilihan Editor: F1 GP Abu Dhabi 2025 Jadi Panggung Penentuan, Norris dan Verstappen Beradu Mental
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi lanjutan.
Di tengah situasi tersebut, aktivitas geologi juga terjadi di lokasi lain. Di Hawaii, Gunung Api Kilauea kembali erupsi pada hari yang sama.
Letusan memuntahkan lava dari kawah Halemaʻumaʻu, dengan semburan pijar mencapai puluhan meter.
Meski tidak berkaitan langsung dengan gempa Alaska–Yukon, dua peristiwa ini kembali menegaskan tingginya aktivitas tektonik dan vulkanik di kawasan Cincin Api Pasifik.
Pihak berwenang di Hawaii mengingatkan potensi bahaya gas vulkanik dan partikel halus bagi kesehatan, meski aliran lava masih terkonsentrasi di area taman nasional dan jauh dari permukiman warga.
Hingga Minggu pagi waktu setempat, aparat di Alaska dan Yukon terus melakukan pemantauan intensif. Warga diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini