Sinata.id – Tanah Simeulue kembali bergetar. Gempa bumi berkekuatan menengah mengguncang wilayah Kabupaten Simeulue, Aceh, Selasa (9/12/2025) siang, tepat pukul 14.02 WIB. Warga merasakan getaran cukup kuat hingga membuat aktivitas terhenti sejenak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, di barat laut Sinabang.
Secara geografis, episentrum terletak pada koordinat 2,48 Lintang Utara dan 95,88 Bujur Timur, dengan jarak sekitar 54 kilometer dari pusat Kabupaten Simeulue.
Gempa ini terjadi pada kedalaman relatif dangkal, yakni sekitar 10 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan gempa tersebut masuk dalam kategori gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas tektonik di zona subduksi barat Aceh.
“Berdasarkan parameter awal, gempa ini tergolong dangkal dan dipicu aktivitas lempeng di wilayah pertemuan tektonik,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: RSUD Aceh Tamiang ‘Bangkit dari Lumpur’
Analisis lanjutan BMKG menunjukkan gempa dipengaruhi mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault, yang lazim terjadi di jalur subduksi.
Dalam pemutakhiran data, pusat gempa berada di koordinat 2,52 derajat Lintang Utara dan 95,92 derajat Bujur Timur, sekitar 50 kilometer barat laut Sinabang, dengan kedalaman mencapai 26 kilometer.
Menurut Andi, mekanisme tersebut mencerminkan dinamika aktif pertemuan Lempeng Indo-Australia yang terus menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
“Gerakan geser naik menjadi indikasi adanya tekanan tektonik yang terus terakumulasi di kawasan Aceh, khususnya di jalur megathrust,” jelasnya.
Getaran gempa dirasakan cukup nyata oleh masyarakat Simeulue, dengan skala intensitas III hingga IV MMI.
Sementara itu, di wilayah Aceh Selatan, guncangan tercatat pada skala III MMI. Warga melaporkan getaran terasa di dalam rumah, namun tidak sampai menyebabkan kepanikan massal.
BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Selain itu, hasil pemodelan yang dilakukan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi memicu tsunami.
“Tidak ada ancaman tsunami dari gempa ini,” tegas Andi.
Hingga lima menit setelah kejadian, atau sekitar pukul 14.07 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
Masyarakat diimbau tetap tenang, waspada, dan mengandalkan informasi resmi dari BMKG agar tidak terpengaruh kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini