Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Presiden Taiwan Lai Ching-te Tiba di Eswatini di Tengah Tekanan China

presiden taiwan lai ching-te tiba di eswatini di tengah tekanan china
Kunjungan Presiden Taiwan, Lai Ching-te, ke Eswatini. (x@chingtelai)

Mbabane, Sinata.id  – Presiden Taiwan, Lai Ching-te, mengumumkan dirinya telah tiba dengan selamat di Eswatini pada Minggu (3/5/2026).

Kunjungan ini menjadi sorotan internasional karena sebelumnya sempat tertunda akibat tekanan diplomatik dari China terhadap sejumlah negara Afrika.

Advertisement

Melalui akun media sosial X, Lai menyampaikan bahwa ia berhasil mendarat di Eswatini, satu-satunya negara di Afrika yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.

Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis di tengah tekanan politik yang dihadapi Lai di dalam negeri, termasuk dinamika parlemen yang dikuasai oposisi dari Partai Kuomintang.

Sempat Terkendala Izin Penerbangan

Awalnya, kunjungan Lai dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026. Namun, rencana tersebut sempat terganggu setelah sejumlah negara seperti Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar mencabut izin melintas bagi pesawat yang ditumpanginya.

Baca Juga  Perang Iran vs AS–Israel Picu Krisis Pupuk Global, Petani Dunia Berebut Stok

Taipei menilai keputusan tersebut tidak lepas dari tekanan China yang berupaya membatasi ruang diplomasi Taiwan di tingkat global.

Dukungan Amerika Serikat

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya terhadap kunjungan kenegaraan Lai ke Eswatini. Washington menegaskan bahwa Taiwan merupakan mitra internasional yang memiliki kontribusi signifikan.

“Taiwan adalah mitra tepercaya dan mumpuni bagi Amerika Serikat dan banyak negara lainnya,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Pihak AS juga menilai perjalanan tersebut sebagai aktivitas diplomatik yang wajar dan tidak seharusnya dipolitisasi.

Reaksi Keras China

Di sisi lain, pemerintah China memberikan reaksi keras terhadap kunjungan tersebut. Beijing menilai langkah Lai sebagai pelanggaran terhadap prinsip “satu China” dan ancaman terhadap stabilitas hubungan internasional.

Baca Juga  China–Korea Selatan Sepakat Pulihkan Hubungan Penuh

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bahkan menyampaikan peringatan kepada pihak AS terkait sensitivitas isu Taiwan.

Kantor Urusan Taiwan China juga melontarkan kritik keras terhadap Lai, menyebut kunjungannya sebagai tindakan provokatif.

Pernyataan Tegas Taiwan

Menanggapi tekanan tersebut, Lai Ching-te menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan mereka sendiri.

“Taiwan tidak akan pernah terhalang oleh tekanan eksternal dan akan terus berinteraksi dengan dunia,” tegasnya.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan 40 tahun takhta Raja Mswati III. Dalam kesempatan tersebut, Lai mengundang pemimpin Eswatini untuk melakukan kunjungan balasan ke Taiwan.

Eswatini sendiri merupakan salah satu dari sedikit negara yang masih mempertahankan hubungan diplomatik dengan Taiwan, di tengah meningkatnya pengaruh China di Afrika.

Baca Juga  Tanpa Pengaman, Atlet ini Panjat Gedung Pencakar Langit Setinggi 508 Meter

Dinamika Geopolitik Global

Kunjungan Lai Ching-te ke Eswatini mencerminkan meningkatnya tensi geopolitik antara Taiwan dan China. Di satu sisi, Taiwan berupaya memperluas hubungan internasionalnya, sementara China terus menekan negara-negara lain untuk tidak menjalin hubungan resmi dengan Taipei.

Meski menghadapi berbagai hambatan, langkah Lai menunjukkan upaya Taiwan untuk tetap eksis dalam panggung diplomasi global. (A02)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini