Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Dugaan Pelecehan Santriwati di Pati, Korban Capai 50 Orang

dugaan pelecehan santriwati, memicu aksi demo.
Dugaan pelecehan santriwati, memicu aksi demo di Pati. (Foto: NU Online)

Di sisi lain, Ketua Yayasan Ndholo Kusumo, Ahmad Sodik, menegaskan bahwa pihak yayasan tidak terlibat dalam dugaan tindakan asusila tersebut.

“Saya sebagai Ketua Yayasan, bukan pelaku. Mohon masalah ini jangan digoreng. Biarkan nanti proses hukum yang berbicara,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026), seperti dilansir NU Online.

Advertisement

Sodik menjelaskan bahwa yayasan telah mengambil langkah dengan menonaktifkan oknum pengasuh sejak pekan lalu. Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan kini sudah tidak lagi memiliki keterkaitan dengan yayasan.

“Sudah saya lepas. Sudah tidak termasuk anggota yayasan. Semua sudah saya ganti,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa yayasan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

Terkait dugaan laporan yang sudah ada sejak 2024, Sodik mengaku sempat mendengar informasi tersebut, namun tidak mengetahui alasan mengapa prosesnya tidak berlanjut.

Baca Juga  Viral WNI Diduga Gabung Tentara Israel, Ini Penjelasan Pengamat dan Kemlu

“Saya tahu tahun 2024 itu sudah ada laporan, tapi saya tidak tahu kenapa (prosesnya) berhenti,” katanya.

Menurutnya, selama ini tidak ada laporan resmi yang masuk ke pihak yayasan, baik dari korban maupun orang tua santri. Hal tersebut, kata dia, kemungkinan karena pengelolaan pondok dan yayasan berjalan secara terpisah.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. (A08)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini