Nabire, Sinata.id – Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Cessna 208 Caravan dengan registrasi PK-SNS yang melayani rute Nabire–Kaimana, Papua Barat, mengalami insiden pendaratan darurat di perairan sekitar Logpond Kaladiri, Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026).
Pesawat tersebut dilaporkan jatuh ke laut sesaat setelah lepas landas dari Bandara Nabire sekitar pukul 12.45 WIT. Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, pesawat milik Smart Air yang terbang dari Nabire menuju Kaimana mengalami insiden dan jatuh di perairan pantai,” ujar Samuel Tatiratu, dikutip dari Antara.
Dalam peristiwa ini, pesawat membawa 13 penumpang dan dua awak, yakni seorang kapten pilot dan kopilot. Seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius.
Baca juga:10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep Ditemukan di Gunung Bulusaraung
Gangguan Mesin Jadi Penyebab
Berdasarkan laporan Safety and Quality Department PT Smart Cakrawala Aviation, pesawat mengalami gangguan teknis pada mesin yang menyebabkan penurunan daya dorong tak lama setelah tinggal landas.
Pesawat dikemudikan oleh Kapten Tania K dengan First Officer Baguss. Awalnya, pilot berupaya melakukan prosedur return to base atau kembali ke Bandara Nabire. Namun, kondisi mesin yang terus kehilangan tenaga membuat pesawat tidak memungkinkan mendarat kembali di landasan pacu.
Demi keselamatan penumpang dan awak, pilot memutuskan melakukan pendaratan darurat di area bibir pantai Bandara Nabire, sesuai dengan standar prosedur keselamatan penerbangan.
Dalam foto-foto yang beredar, terlihat badan pesawat berada di perairan dangkal dengan sejumlah petugas gabungan melakukan proses evakuasi. Tidak ada korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka berat dalam insiden ini.
Baca juga:Korban Terakhir Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung
Investigasi KNKT
PT Smart Cakrawala Aviation menyatakan telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) untuk mendukung proses investigasi lebih lanjut.
Maskapai menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan, serta akan melakukan langkah perbaikan sesuai hasil investigasi resmi dari otoritas berwenang. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini