Sinata.id – Seorang residivis kasus pencurian sepeda motor kembali berurusan dengan aparat kepolisian setelah aksinya terbongkar di wilayah Medan Tuntungan. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat pengembangan kasus pencurian kendaraan bermotor.
Muhammad Teguh Febrianto alias Teguh (31), akhirnya tumbang setelah mencoba melawan dan kabur saat dikembangkan kasus pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polsek Medan Tuntungan.
Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Syawal Sitepu, menjelaskan kasus ini berawal dari laporan seorang ibu rumah tangga berinisial SE (26) yang kehilangan sepeda motor saat diparkir di kawasan D’Cafe, Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namogajah, Kecamatan Medan Tuntungan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin siang, 15 Desember 2025, sekitar pukul 12.10 WIB.
“Korban meninggalkan kendaraannya dalam kondisi terparkir di area umum. Saat hendak pulang, motor Honda Vario 125 warna hitam miliknya sudah tidak lagi berada di tempat,” terang Kapolsek, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Justin Barki Sumbangkan Bonus Rp1 Miliar SEA Games 2025 untuk Korban Bencana di Sumatera
Kerugian yang dialami korban tidak kecil.
Satu unit sepeda motor dengan nomor polisi BK 3336 AKP beserta identitas rangka dan mesin raib digondol pelaku.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Medan Tuntungan dan langsung ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim.
Petugas bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.
Jejak penyelidikan mengarah pada Teguh.
Polisi mencatat, Teguh bukan pemain baru dalam dunia kriminal.
Ia diketahui telah tiga kali keluar masuk penjara dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
Pada Selasa dini hari, 16 Desember 2025, sekitar pukul 01.00 WIB, polisi berhasil melacak keberadaan tersangka di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru.
Tanpa perlawanan awal, Teguh diamankan di tempat persembunyiannya dan langsung dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam interogasi, tersangka mengakui perbuatannya.
Ia mengaku tidak beraksi sendiri, melainkan bersama seorang rekannya berinisial ACIL yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Motor hasil curian tersebut disebut telah dijual dengan harga Rp5 juta, lalu uangnya dibagi dua dan digunakan untuk membayar utang serta membeli narkoba.
Petaka bagi tersangka terjadi saat polisi melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain.
Dalam perjalanan menuju kawasan Tanjung Selamat, Teguh justru melakukan perlawanan dengan memukul salah seorang anggota polisi hingga terjatuh, lalu berupaya melarikan diri.
Dua kali tembakan peringatan dilepaskan, namun tidak dihiraukan.
Situasi yang dinilai membahayakan keselamatan petugas membuat polisi mengambil tindakan tegas dan terukur.
Tersangka akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki.
Setelah berhasil diamankan, ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Medan untuk mendapatkan perawatan medis.
“Petugas sudah memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Karena membahayakan keselamatan anggota, tindakan tegas dan terukur terpaksa dilakukan,” ujar Iptu Syawal.
Baca Juga: Harga CPO PTPN Terbaru Turun Rp65 per Kg Jelang Libur Panjang
Kapolsek memastikan pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lain yang berstatus DPO.
Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah Medan Tuntungan.
Selain penindakan, polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat memarkirkan kendaraan di tempat umum.
Penggunaan kunci ganda dan pengawasan lingkungan dinilai penting untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor.
Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Medan Tuntungan guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi memastikan kasus ini akan dituntaskan hingga seluruh pelaku berhasil ditangkap. [dfb]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini