Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

BRIN: Sumatera Wilayah Indonesia Paling Rentan Dihantam Cuaca Ekstrem Sampai 2040

brin: sumatera wilayah indonesia paling rentan dihantam cuaca ekstrem sampai 2040
Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). (Foto: Antara/Bayu Pratama S)

Jakarta, Sinata.id – Sumatera kini berada dalam sorotan tajam para peneliti iklim. Berdasarkan proyeksi terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga tahun 2040, Pulau Andalas ini diprediksi menjadi wilayah yang paling rentan dihantam cuaca ekstrem di Indonesia.

​Profesor Erma Yulihastin dari Pusat Riset Klimatologi dan Perubahan Iklim BRIN menjelaskan bahwa ancaman ini merupakan dampak nyata dari krisis iklim global.

Advertisement

Dengan suhu bumi yang meningkat sekitar 1,5°C, frekuensi hujan badai dan angin kencang akan menjadi “normal baru” yang lebih intens.

​”Kesiapsiagaan dan mitigasi tidak boleh lagi sekadar rutinitas. Kita butuh pembaruan data ilmiah secara berkala agar langkah pencegahan tetap relevan dengan perubahan alam yang cepat,” kata Erma (2/1/2026).

Baca Juga  Ijazah Jokowi: Roy Suryo cs Desak Uji Forensik Independen di UI dan BRIN

​Menambal “Lubang” di Masa Pemulihan
​Belajar dari tragedi besar seperti Tsunami Aceh dan gempa Palu, fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan jangka panjang sering kali menjadi titik terlemah.

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN, M. Najib Azka, menyoroti adanya kesenjangan yang sering terjadi.

  • ​Kesenjangan Kebijakan: Ketidaksinkronan antara instruksi pusat dengan realitas di lapangan.
  • ​Kesenjangan Kebutuhan: Program bantuan yang terkadang tidak menyentuh kebutuhan rill masyarakat terdampak.

​Menurut Najib, pemulihan sejati bukan hanya soal membangun kembali gedung yang runtuh, melainkan juga memulihkan ekonomi, kesehatan mental, dan mengembalikan rasa aman warga.

​Dampak Sosial: Bukan Sekadar Angka
​Bencana selalu meninggalkan jejak perubahan pada tatanan kependudukan. Ali Yansyah Abdurrahim, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, mengingatkan bahwa bencana akan mengubah struktur rumah tangga hingga memicu gelombang migrasi.

Baca Juga  BRIN: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Sinkhole, Ini Penyebabnya

​Fokus utama pemerintah harus diarahkan pada kelompok paling rentan agar pemulihan tidak tebang pilih.

Dalam hal ini, Universitas Syiah Kuala (USK) menekankan dua pilar krusial untuk anak-anak di wilayah bencana:

​Pendidikan Darurat: Agar proses belajar tetap berjalan meski dalam keterbatasan.

​Dukungan Psikososial: Menyembuhkan trauma demi masa depan jangka panjang.

​Strategi “Buku Putih” dan R3P Sumatera
​Pemerintah kini tengah mematangkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai peta jalan pemulihan Sumatera.

Program ini dirancang kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat sipil untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

​Sebagai penguat, BRIN juga tengah menyusun “Buku Putih Pemulihan Pascabencana Sumatera”.

Dokumen strategis ini disusun melalui serangkaian diskusi lintas sektor untuk menghimpun pembelajaran dari berbagai perspektif sosial dan kependudukan.

Baca Juga  Kajari Sleman Minta Maaf, Kasus Hogi Diupayakan Lewat Restorasi Justice

Tujuannya satu: menciptakan sistem pemulihan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Sumatera. []

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini