Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Brigadir Esco Faska Rely, Intel Polisi Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

brigadir esco faska rely, intel polisi ditemukan tewas mengenaskan, diduga korban pembunuhan
Brigadir Esco Faska Rely, intel Polsek Sekotong, ditemukan tewas tergantung di Lombok Barat. Polisi selidiki dugaan pembunuhan dan tunggu hasil autopsi.

Lombok Barat, Sinata.id – Seorang anggota intelijen Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Brigadir Esco Faska Rely, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di kawasan Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Jasad korban ditemukan dengan leher terjerat tali pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 11.30 Wita.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut, meski dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan, kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian.

Advertisement

“Iya, ada dugaan (dibunuh). Tetapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap,” kata Syarif, Senin (25/8/2025).

Menurut Syarif, dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka akibat benda tumpul pada tubuh korban. Namun, ia belum merinci secara detail bagian tubuh yang mengalami luka tersebut. “Ada luka, tapi detailnya masih menunggu laporan lengkap,” ujarnya.

Baca Juga  PT Medan Kuatkan Vonis Seumur Hidup Yunus Saputra, Pembunuh Siswi Paskibra di Madina

Ia juga menepis kabar yang menyebut adanya bagian tubuh korban yang hilang. “Tidak ada anggota tubuh yang hilang. Luka yang ditemukan akibat benda tumpul,” tegasnya.

Jenazah Brigadir Esco sudah diautopsi di RS Bhayangkara Mataram, namun hasil resminya masih dalam proses.

Kronologi Penemuan

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, menyampaikan bahwa jasad pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Siun. Saat itu, saksi tengah mencari ayam miliknya di sekitar bukit belakang rumah.

“Benar, ada laporan penemuan mayat oleh warga. Jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah visum dan autopsi keluar,” kata Yasmara.

Dari keterangan saksi, jasad Brigadir Esco ditemukan dalam kondisi telentang di tanah dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh yang sudah menghitam dan membengkak. Di sekitar lokasi, polisi menemukan sejumlah barang pribadi korban, seperti telepon genggam, jam tangan, serta kunci sepeda motor yang masih tersimpan di saku celana.

Baca Juga  Pria di Empat Lawang Tewas Usai Todongkan Senpi Rakitan ke Rekannya

Baca Juga: Begini Kronologi Penemuan Jasad Brigadir Esco Faska Rely

Penemuan ini sempat menyedot perhatian warga sekitar. Tim Inafis Polres Lombok Barat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan memastikan penyebab kematian.

Kepala Dusun Nyiur Lembang, Muhammad Rijal, membenarkan bahwa jasad yang ditemukan merupakan warganya, sekaligus anggota Polsek Sekotong.

“Ya, itu warga saya, Esco. Dia memang anggota intel di Polsek Sekotong,” jelas Rijal kepada wartawan.

Rijal menambahkan, lokasi penemuan jasad hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban. Ia juga mengungkapkan bahwa korban sudah berkeluarga, dengan istri yang juga bertugas sebagai anggota polisi.

“Korban dan istrinya dikenal tertutup. Jarang berinteraksi, jadi saya pun tidak begitu sering melihatnya,” ucap Rijal.

Baca Juga  Pembunuhan di Madiun Tewaskan Pemuda 19 Tahun Usai Pesta Miras

Menurut Rijal, saat jasad ditemukan, istri korban dikabarkan hanya berdiam diri di rumah. “Katanya istrinya sempat beberapa kali pingsan setelah mendengar kabar penemuan ini,” ujarnya.

Kapolres Lombok Barat menegaskan pihaknya masih menunggu hasil visum dan autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian. Evakuasi jenazah telah dilakukan dan jenazah telah disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

“Autopsi membutuhkan persetujuan keluarga dan penjadwalan dengan tim dokter. Untuk saat ini jenazah masih dititipkan di rumah sakit,” kata Yasmara. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini