Sukabumi, Sinata.id – Kematian bocah berinisial NS (12) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyisakan duka sekaligus tanda tanya.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar di hampir seluruh tubuhnya.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengungkap kronologi saat dirinya pertama kali menerima kabar kondisi sang anak.
Ia menuturkan, pada Kamis (19/2/2026) dirinya sedang berada di Sukabumi ketika ditelepon oleh istrinya yang mengabarkan NS sakit parah. Mendengar hal itu, Anwar langsung bergegas pulang.
Baca juga:Cita-Cita Jadi Kiai Kandas, Santri di Sukabumi Tewas Diduga Disiksa Ibu Tiri
“Pas saya pulang, kondisinya sangat jauh dengan saat saya berangkat. Sebelum berangkat belum terjadi apa-apa,” ujar Anwar saat ditemui, Sabtu (21/2/2026).
Setibanya di rumah, ia mendapati anaknya sudah mengalami luka bakar dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong setelah beberapa jam mendapat perawatan medis.
Ayah Korban Minta Autopsi
Anwar menegaskan tidak menuduh pihak mana pun terkait kematian putranya. Meski begitu, ia meminta autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.
“Maunya diautopsi itu kemauan saya sebagai ayahnya, biar jelas nanti hasilnya,” katanya.
Ia juga mengungkap bahwa sekitar setahun lalu korban pernah mengalami dugaan penganiayaan. Kasus tersebut sempat dilaporkan ke polisi, tetapi berakhir damai secara kekeluargaan.
Baca juga:Kronologi Anggota Brimob Diduga Aniaya Pelajar 14 Tahun Hingga Tewas
Temuan Autopsi Awal
Hasil autopsi sementara menunjukkan NS, warga Kampung Cimandala, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, mengalami luka bakar luas di berbagai bagian tubuh.
Kepala RS Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengatakan autopsi dilakukan setelah jenazah diterima dari Polres Sukabumi pada Jumat (20/2/2026) dini hari.
Proses pemeriksaan forensik berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam, termasuk pemeriksaan organ dalam dan pengambilan sampel untuk uji laboratorium lanjutan di Jakarta.
Tim menemukan luka bakar pada lengan, tangan, paha, kaki, punggung, hingga area wajah, termasuk bibir dan hidung yang diduga terpapar panas.
Selain itu, terdapat pembengkakan ringan pada jantung dan paru-paru. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.
“Dokter forensik belum bisa menyimpulkan ini akibat penganiayaan atau bukan. Penyebab kematian masih belum dapat dipastikan,” ujar Carles.
Ia menambahkan, sampel organ telah dikirim ke Jakarta untuk analisis lebih mendalam guna mendeteksi kemungkinan adanya zat lain dalam tubuh korban.
Baca juga:Pelajar 14 Tahun Tewas di Tual, Oknum Brimob Kini Jadi Tersangka
Polisi Lakukan Pendalaman
Meski luka bakar ditemukan di banyak bagian tubuh, tim forensik menilai kondisi tersebut belum tentu menjadi penyebab langsung kematian. Karena itu, hasil laboratorium lanjutan masih dinantikan.
Pemeriksaan juga tidak menemukan tanda kekerasan tumpul. Sementara luka di bagian bibir atas dan dekat hidung disebut sebagai luka lama yang belum diketahui penyebab pastinya.
Saat ini, Satreskrim Polres Sukabumi masih mendalami kasus tersebut menyusul munculnya dugaan penganiayaan oleh ibu tiri korban.
Polisi menegaskan penyelidikan akan bergantung pada hasil lengkap autopsi dan uji laboratorium guna memastikan penyebab kematian serta ada tidaknya unsur pidana. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini