Info Market CPO
πŸ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Bareskrim Temukan Aktivitas Pembalakan Liar di Hulu Sungai Tamiang Aceh

bareskrim temukan aktivitas pembalakan liar di hulu sungai tamiang aceh
Ist

Jakarta, Sinata.id – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menemukan dugaan aktivitas pembalakan liar dan pembukaan lahan di kawasan hulu Sungai Tamiang, Aceh.

Temuan itu disampaikan setelah tim menerima laporan awal mengenai pergerakan kayu dan aktivitas masyarakat di wilayah hutan lindung tersebut.

Advertisement

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, mengatakan penebangan pohon diduga dilakukan dengan tujuan memanfaatkan arus sungai.

Kayu yang telah dipotong ditumpuk di bantaran sungai, lalu dihanyutkan ketika debit air meningkat.

Pola serupa juga terpantau pada aktivitas land clearing, di mana batang berukuran besar diduga dipotong kecil agar mudah terbawa saat banjir.

Irhamni menjelaskan sebagian besar penebangan terjadi di area hutan lindung dan tidak disertai izin pengelolaan. Meski kayu yang ditebang bukan jenis kayu keras, aktivitas tersebut tetap berpotensi melanggar hukum.

Baca Juga  Pemerintah Pamer Penyelamatan Duit Negara Rp 11,4 Triliun

β€œPenyidikan akan difokuskan pada kegiatan illegal logging di sepanjang hulu Sungai Tamiang,” ujarnya.

Temuan ini muncul di tengah upaya penanganan dampak banjir besar yang melanda Aceh Tamiang. Di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, tumpukan kayu bercampur lumpur menimbun akses menuju Pondok Pesantren Darul Mukhlishin.

Hanya bangunan masjid dan gedung ponpes yang masih terlihat sementara area sekitarnya tertutup gelondongan kayu dan genangan air.

Tingginya volume kayu yang terbawa banjir juga menghambat proses distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

Petugas gabungan masih berupaya membersihkan jalur dan memulihkan akses agar penyaluran logistik dapat berjalan lancar. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini