Sinata.id – Aresty Gunar Tinarga (38), istri pegawai pajak ditemukan tewas dimutilasi dan disembunyikan di dalam septic tank rumah kosong, hanya sehari setelah dilaporkan hilang. Pelakunya, tukang bangunan yang pernah bekerja di rumah korban, ditangkap kurang dari 24 jam, dan mengaku membunuh demi merampok karena terlilit judi online.
Istri pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Manokwari, ditemukan tewas dalam kondisi terpotong-potong dan disembunyikan di dalam septic tank sebuah rumah kosong.
Penemuan itu menutup misteri hilangnya Aresty yang dilaporkan suaminya sehari sebelumnya.
Namun yang lebih mengejutkan, pelakunya adalah sosok yang pernah bekerja di rumah korban.
Tim gabungan Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari bergerak cepat setelah menerima laporan orang hilang pada Senin malam.
Ciri-ciri kekerasan terlihat di dalam rumah kontrakan korban di kawasan Reremi Puncak, barang berharga lenyap, jejak darah tercecer, dan korban tak kunjung bisa dihubungi.
Penyisiran dilakukan hingga ke rumah-rumah kosong di sekitar lokasi.
Pada Selasa siang, petugas menemukan sebuah septic tank yang dicor mencurigakan.
Beberapa menit setelah dibongkar, aroma menyengat dan potongan tubuh manusia menguatkan dugaan terburuk.
“Jenazah langsung kami evakuasi ke RSUD Manokwari untuk autopsi. Temuan awal menunjukkan korban dimutilasi dan dibuang ke septic tank,” ujar Kapolresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga:Â Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi di Medan
Pelaku Sempat Loncat Jurang
Tak lama setelah jasad ditemukan, polisi menangkap pria berinisial YH, seorang tukang bangunan yang pernah bekerja di rumah korban.
Ia diamankan di kawasan Ingramui usai mencoba kabur dan nyaris melompat ke jurang.
Jejak mengarah kepadanya setelah penyidik menemukan barang-barang milik korban disembunyikan di rumah kosong tempat pelaku bekerja.
“Identitas pelaku sebenarnya sudah kami kantongi sejak awal. Kami hanya menunggu momentum penangkapan,” kata Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumar Samosir.
Motif Terjerat Judi Online hingga Nekat Merampok
Dalam pemeriksaan, YH mengaku datang ke rumah korban bukan untuk bekerja, tapi untuk merampok.
Gajinya habis untuk judi slot, dan ia membutuhkan uang cepat.
Aresty yang saat itu sendirian menjadi sasaran empuk.
Pelaku meminta uang, namun korban menolak. Pertengkaran terjadi.
“Korban ditikam tiga kali di dada dan meninggal di tempat. Pelaku lalu memasukkan tubuh korban ke kontainer untuk dibawa ke rumah kosong,” jelas Kapolresta.
Di rumah kosong itulah YH melakukan aksi keji: memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian sebelum membuangnya ke septic tank dan mengecor bagian atasnya agar tidak tercium.
Baca Juga:Â Isu Redenominasi Memanas, Purbaya: Jangan Salah Alamat, Bukan Wewenang Kami
Suami Korban Shock Berat
Suasana haru terlihat saat tim medis menaikkan dua kantong jenazah berisi potongan tubuh korban ke ambulans.
Suami korban tampak tak mampu menahan tangis.
Sementara itu, polisi menegaskan pelaku akan dijerat pasal berlapis, yakni pembunuhan berencana, pembunuhan disertai pencurian, serta perampokan yang mengakibatkan kematian.
“Ancaman hukumannya adalah penjara seumur hidup atau hukuman mati,” tegas Kapolresta.
Meski pelaku mengaku motif utamanya adalah perampokan akibat judi online, penyidik belum menutup kemungkinan adanya motif lain.
“Keterangan pelaku masih berubah-ubah. Kami masih dalami seluruh kemungkinan,” tutur AKP Agung Gumar.
Kasus ini menjadi sorotan publik Papua Barat, mengingat korban dikenal baik oleh warga setempat dan tak pernah memiliki masalah dengan orang lain. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini