Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Ponimah Dibakar Suami Siri, Mayatnya Ditemukan di Kebun Tebu Malang

ponimah (42), yang sempat dilaporkan hilang sejak 8 oktober 2025, mayatnya ditemukan hangus terbakar di kebun tebu gedangan.
Ponimah (42), yang sempat dilaporkan hilang sejak 8 Oktober 2025, mayatnya ditemukan hangus terbakar di kebun tebu Gedangan. (Humas Polres Malang)

Sinata.id – Mayat Ponimah (42), warga Dusun Wonorejo, Desa Druju, ditemukan dalam kondisi terbakar yang terkubur di kebun tebu Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang sejak 8 Oktober 2025.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur, menjelaskan proses identifikasi korban dilakukan melalui sidik jari, pencocokan ciri fisik, serta konfirmasi langsung ke pihak keluarga.

Advertisement

“Hasil identifikasi memastikan korban adalah Ponimah. Ia sempat dilaporkan hilang sejak 8 Oktober 2025,” ungkap AKP Nur, Selasa (14/10/2025).

Penemuan jasad Ponimah bermula dari laporan warga yang mencurigai gundukan tanah di tengah kebun tebu pada Senin malam (13/10/2025).

Petugas kemudian mengevakuasi jasad perempuan dengan tubuh sebagian terbakar, yang selanjutnya dibawa ke RS Saiful Anwar Malang untuk autopsi dan pemeriksaan forensik.

Baca Juga  Horor Musala Ambruk di Sidoarjo, Santri Berlari Panik, Sebagian Masih Terjebak di Puing

Baca Juga: Barang Berharga Milik Anti Puspita Sari Diduga Dibawa Kabur Pria Misterius

Hasil penyelidikan sementara, menurut AKP Nur, mengarah pada dugaan pembunuhan berencana.

“Ada sejumlah petunjuk yang menunjukkan kematian korban bukan karena kecelakaan. Tim masih mendalami saksi dan rekam jejak aktivitas korban sebelum hilang,” jelasnya.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk potongan pakaian, balok kayu, handuk merah, dan benda lain yang diduga digunakan pelaku untuk menghilangkan jejak.

Semua barang bukti kini diperiksa di laboratorium forensik untuk memperkuat penyidikan.

Langkah penyelidikan membuahkan hasil cepat. Polisi menetapkan FA (54), warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, sebagai pelaku pembunuhan.

Baca Juga  Ada Tersangka Lain di Kasus Pembunuhan Dosen Bungo?

Menurut Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo, FA merupakan suami siri korban.

“Berdasarkan laporan keluarga dan hasil olah TKP, diduga korban dibunuh di rumah pelaku di Bululawang, kemudian jasadnya dibawa ke kebun tebu di Gedangan dan dibakar,” terang AKBP Danang.

Petugas berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan, beserta truk Mitsubishi warna kuning yang digunakan untuk mengangkut jasad korban.

Polisi menyebut kasus ini dipicu masalah pribadi antara pelaku dan korban, dan saat ini masih terus didalami motif serta kronologi lengkapnya.

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian Ponimah.

“Hasil otopsi akan menjadi dasar ilmiah penyidikan. Kami mohon masyarakat bersabar menunggu hasil resmi,” jelas Bambang.

Baca Juga  Viral, Gen Z Dinilai Alami Penurunan Daya Kognitif

Kasus ini kini ditangani Satreskrim Polres Malang dan Polsek Sumbermanjing Wetan secara intensif. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini