Jakarta, Sinata.id — Di tengah sorotan atas pelantikannya sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), publik menaruh perhatian pada sisi lain dari sosok Bahlil Lahadalia. Bukan soal kebijakan energi, melainkan gaya hidupnya—terutama koleksi kendaraan pribadi yang tercatat sederhana untuk ukuran pejabat strategis negara.
Bahlil resmi dilantik sebagai Ketua Harian DEN di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden tentang pengangkatan keanggotaan DEN dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan. Dalam struktur lembaga tersebut, DEN dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, dengan Ketua Harian bertugas mengoordinasikan perumusan arah kebijakan energi nasional.
Pada periode 2026–2030, Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Ketua DEN, sementara Bahlil—yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral—mengemban peran Ketua Harian.
Fokus Energi, Bukan Otomotif
Usai pelantikan, Bahlil menegaskan bahwa DEN di bawah kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat kedaulatan, ketahanan, dan swasembada energi nasional. Ia menyatakan lembaganya akan menjadi instrumen penting dalam menerjemahkan program prioritas presiden ke dalam peta jalan kebijakan energi.
“Kita semua tahu, salah satu program prioritas Presiden Prabowo adalah kedaulatan dan ketahanan energi. DEN menjadi instrumen negara untuk menyusun arah kebijakan dan roadmap energi secara bersama,” ujar Bahlil, dikutip Kamis (29/1/2026).
Di luar agenda besar tersebut, data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) justru memperlihatkan sisi lain dari keseharian Bahlil. Dari laporan yang disampaikan pada April 2025 saat awal menjabat Menteri ESDM, total kekayaan Bahlil tercatat sekitar Rp337,3 miliar.
Namun, khusus urusan kendaraan pribadi, isinya terbilang minim. Dalam LHKPN itu, Bahlil hanya melaporkan dua unit mobil dengan nilai total sekitar Rp88,56 juta—keduanya bukan kendaraan keluaran baru.
Mobil Lawas di Garasi
Dua kendaraan yang tercantum masing-masing adalah Toyota Harrier keluaran 2007 dengan nilai sekitar Rp52 juta, serta Honda CR-V tahun 2010 senilai sekitar Rp36 juta. Keduanya tercatat sebagai hasil sendiri.
Tak ada mobil mewah terbaru atau kendaraan berharga tinggi yang menghiasi daftar tersebut. Fakta ini memunculkan kontras menarik antara posisi Bahlil sebagai pejabat kunci sektor energi nasional sekaligus pimpinan partai politik, dengan pilihan hidup yang relatif sederhana di ranah otomotif. [a46]







Jadilah yang pertama berkomentar di sini