Sinata.id β Isu penerbitan Panda Bonds kembali mencuat di media internasional, namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah Indonesia tidak pernah membahasnya.
Purbaya menegaskan kabar bahwa Indonesia akan menerbitkan obligasi berdenominasi renminbi itu tidak berdasar dan sama sekali belum masuk dalam agenda resmi Kementerian Keuangan.
Apa itu Panda Bonds?
Panda Bonds adalah instrumen utang berdenominasi mata uang renminbi yang diterbitkan pihak asing langsung di pasar obligasi China daratan.
Instrumen ini berbeda dengan Dim Sum Bonds, yang juga menggunakan renminbi tetapi diterbitkan di luar China daratan, seperti Hong Kong.
Dengan bunga yang relatif rendah, Panda Bonds kini menjadi salah satu opsi pembiayaan yang diminati banyak negara.
Namun ketika isu bahwa Indonesia bersiap masuk ke pasar Panda Bonds merebak luas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung menepisnya.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/11/2025), Purbaya mengaku terkejut ketika mendengar kabar internasional yang menyebut pemerintah sedang menyiapkan penerbitan Panda Bonds.
βPanda Bonds? Saya malah baru dengar. Tidak ada pembahasan untuk tahun depan,β ujar Purbaya, menegaskan informasi tersebut tidak berasal dari internal Kementerian Keuangan.
Ia menambahkan, pemerintah juga belum memiliki kebutuhan pendanaan renminbi dalam waktu dekat.
Sebab, Indonesia sudah memiliki fasilitas transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) dengan China, yang meminimalkan ketergantungan pada dolar AS.
βLimit LCT bisa sampai US$30 miliar. Itu sudah cukup kalau kita mau mengurangi ketergantungan pada dolar,β jelasnya.
Baca Juga:Β Menkeu Purbaya Bantah Keras Isu Panda Bonds: Saya Saja Baru Dengar!
Isu Berawal dari Financial Times
Rumor Indonesia akan menerbitkan Panda Bonds berawal dari laporan Financial Times yang mengklaim Kemenkeu sedang membahas kemungkinan penerbitan obligasi berdenominasi renminbi tersebut.
FT menyebutkan dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut.
Pernyataan Purbaya hari ini langsung membalikkan narasi tersebut.
Popularitas Panda Bonds memang terus meroket di pasar internasional.
Sejak 2023, reformasi regulasi di China membuatnya makin mudah diterbitkan dan biayanya lebih ringan dibanding pendanaan dolar AS.
Tahun lalu, nilainya menembus 195 miliar Yuan, angka tertinggi sepanjang sejarah.
Sejumlah negara, seperti Brasil, Pakistan dan Slovenia, sudah menyatakan minat menerbitkan instrumen ini untuk memperluas diversifikasi pembiayaan mereka.
Indonesia Masih Fokus Pada Dim Sum Bonds
Meski tidak sedang menyiapkan Panda Bonds, Indonesia tetap aktif menggunakan alternatif pembiayaan renminbi.
Pada Oktober 2025, pemerintah menerbitkan Dim Sum Bonds senilai 6 miliar Yuan di Hong Kong, dan rencananya akan ada penerbitan lanjutan tahun depan.
Tetapi sampai saat ini, Purbaya memastikan bahwa pemerintah Indonesia belum pernah membahas, apalagi merencanakan, penerbitan Panda Bonds. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini