Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
News

Menkeu Purbaya Bantah Keras Isu Panda Bonds: Saya Saja Baru Dengar!

pemerintah indonesia membantah isu penerbitan panda bonds. menkeu purbaya yudhi sadewa menegaskan tidak ada rencana.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada rencana menerbitkan obligasi berdenominasi renminbi, meski kabar tersebut ramai diberitakan media internasional. (Ist)

Sinata.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat suara terkait ramai kabar internasional yang menyebut Indonesia siap menerbitkan Panda Bonds tahun depan. Di hadapan awak media, ia justru terlihat heran karena isu tersebut sama sekali tidak pernah masuk dalam pembahasan resmi Kementerian Keuangan.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (14/11/2025), Menkeu menegaskan tidak ada rencana penerbitan instrumen utang berdenominasi renminbi itu.

Advertisement

β€œPanda Bonds? Baru dengar malah. Di internal saya belum ada pembahasan untuk tahun depan,” ujarnya tegas.

Menkeu menjelaskan, pemerintah saat ini tidak memiliki kebutuhan mendesak terhadap pasokan mata uang China.

Alasannya, Indonesia dan China sudah terhubung melalui kerja sama local currency transaction (LCT) yang memungkinkan transaksi langsung tanpa dolar AS.

Baca Juga  Total Kekayaan Rp39 Miliar, Menkeu Purbaya Masuk Radar Sorotan Publik

β€œLimit-nya besar, sampai US$30 miliar jika dengan Indonesia. Kalau memang mau, sudah cukup untuk mereduksi ketergantungan kita terhadap dolar,” jelasnya.

Baca Juga:Β Menkeu Buka Peluang PPh Final UMKM 0,5% Jadi Permanen

Isu Berawal dari Laporan Financial Times

Isu Panda Bonds pertama kali mencuat setelah Financial Times (FT) merilis artikel yang menyebut Indonesia sedang mempertimbangkan penerbitan utang renminbi sebagai bagian dari dorongan Beijing untuk memperluas penggunaan mata uangnya.

FT mengutip dua sumber yang mengklaim bahwa Kemenkeu tengah membahas ketentuan terkait penerbitan obligasi tersebut.

Namun pernyataan Menteri Keuangan hari ini langsung membantah narasi tersebut.

Tren Global yang Sedang Menguat

Di tingkat global, instrumen Panda Bonds memang sedang naik daun.

Baca Juga  FIX! Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik hingga Akhir 2026, Ini Jaminan Pemerintah

Sejumlah negara seperti Brasil, Pakistan, hingga Slovenia sudah menyatakan minat menerbitkannya sejak awal 2025.

Suku bunga China yang rendah serta biaya pendanaan lebih murah membuat renminbi menarik bagi banyak negara yang ingin diversifikasi pembiayaan.

Data juga menunjukkan popularitas Panda Bonds meningkat tajam sejak 2023, seiring reformasi pasar keuangan Beijing.

Tahun lalu, penerbitannya mencapai rekor 195 miliar Yuan atau sekitar US$27 miliar.

Indonesia Masih Fokus di Dim Sum Bonds

Pemerintah Indonesia sendiri baru saja masuk ke pasar obligasi berdenominasi renminbi melalui penerbitan Dim Sum Bonds senilai 6 miliar Yuan di Hong Kong pada Oktober 2025.

Langkah ini diproyeksikan berlanjut tahun depan, namun bukan dalam bentuk Panda Bonds seperti yang dirumorkan.

Baca Juga  Dwinanda Linchia Levi Ternyata Dosen Brilian dan Punya Jejak Akademik Gemilang

Hingga Jumat sore, tidak ada pejabat Kemenkeu lain yang memberikan klarifikasi tambahan.

Namun pernyataan Menkeu memastikan bahwa kabar penerbitan Panda Bonds masih sebatas spekulasi luar negeri, bukan kebijakan pemerintah Indonesia. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini