PEKANBARU, Sinata.id – Menghadapi krisis ekologis yang dinilai semakin mengancam Pulau Sumatera, sembilan Eksekutif Daerah WALHI se-Sumatera resmi mendeklarasikan Aliansi Daulat Sumatera (Andalas).
Deklarasi tersebut berlangsung dalam konsolidasi regional yang digelar di Pekanbaru pada 24–25 Mei 2026 sebagai wadah perjuangan bersama untuk menyelamatkan ruang hidup dan penghidupan masyarakat Sumatera.
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi ini menyebut kondisi ekologis Sumatera telah mencapai titik kritis.
Kerusakan hutan, sungai, pesisir, gambut, hingga wilayah kelola masyarakat adat disebut terus terjadi akibat krisis iklim dan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
“Aliansi Daulat Sumatera merupakan respons kolektif terhadap kondisi ekologis Pulau Sumatera yang telah mencapai titik kritis,” demikian pernyataan yang disampaikan WALHI Sumatera Selatan dikutip Selasa (26/5/2026).
Aliansi menilai pemerintah daerah di Sumatera gagal melindungi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
Selain itu, pemerintah juga dianggap belum mampu membangun kerja sama lintas provinsi berbasis ekoregion demi menyelamatkan Sumatera sebagai satu kesatuan ekologis.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini