Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.5K β€’ 0.2K β€’ 2.6K β€’DMI β€’ DMI β€’ DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K Β· DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K Β· FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Eva Rataba Soroti Akurasi Data Sensus Ekonomi 2026

eva rataba soroti akurasi data sensus ekonomi 2026
Eva Rataba (ft: parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Eva Stevany Rataba, menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 harus mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat rapat kerja bersama Badan Pusat Statistik di ruang rapat Komisi X DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Advertisement

Menurut Eva, sensus ekonomi tidak boleh hanya menjadi agenda pendataan rutin yang digelar setiap 10 tahun sekali, melainkan harus menjadi instrumen strategis untuk memetakan kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh.

β€œTantangan terbesar bukan hanya mendata pelaku usaha sebanyak mungkin, tetapi memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan terpercaya sehingga dapat menjadi pedoman dalam menyusun kebijakan ekonomi yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Baca Juga  Komunikasi Intensif Warnai Rencana Keterlibatan TNI di Gaza

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan pendataan seluruh unit usaha atau perusahaan di Indonesia yang dilaksanakan setiap satu dekade pada tahun berakhiran angka enam. Tahun 2026 menjadi pelaksanaan sensus ekonomi yang kelima sejak pertama kali digelar pada 1986.

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara langsung oleh petugas sensus. Pelaku usaha skala besar dan menengah akan menerima pemberitahuan melalui WhatsApp maupun email, sedangkan pelaku usaha lainnya akan didatangi langsung oleh petugas.

Eva juga menekankan pentingnya keamanan data para pelaku usaha selama proses pendataan berlangsung. Ia meminta BPS memastikan seluruh data yang dikumpulkan terlindungi dan tidak disalahgunakan.

β€œBPS harus memastikan data yang dikumpulkan tidak bocor karena banyak pelaku usaha khawatir data mereka disalahgunakan,” tambah politisi Partai NasDem tersebut.

Baca Juga  UMP Jogja 2026 Resmi Naik 6,78 Persen, Tembus Rp2,41 Juta

Data hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan, membantu pengambilan keputusan strategis, serta memetakan tren ekonomi dan peluang usaha di Indonesia. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini