Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Pencurian Anak Lembu di Simalungun Berakhir Tragis, Mobil Pelaku Ringsek Tabrak Motor

pencurian anak lembu di simalungun berakhir tragis, mobil pelaku ringsek tabrak motor
Dua pencuri lembu yang diamankan petugas. (polressimalungun)

Simalungun, Sinata.id – Aksi nekat dua pria yang diduga mencuri seekor anak lembu di kawasan perkebunan PTPN IV Unit Laras, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, berakhir dramatis.

Mobil yang digunakan pelaku ringsek setelah menabrak sepeda motor saat melarikan diri dari kejaran warga, Selasa (12/5/2026).

Advertisement

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, Supriadi (50), warga yang sedang menggembalakan ternak, melihat sebuah mobil sedan hitam bernomor polisi BK 1271 XO terparkir mencurigakan di area perkebunan.

Kecurigaan Supriadi terbukti ketika dua pria turun dari mobil dan langsung menangkap seekor anak lembu milik warga bernama Jumian.

Tanpa banyak bicara, kedua pria itu memasukkan anak lembu ke dalam bagasi mobil sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Baca Juga  DPR Soroti Kasus Kekerasan Seksual di Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Dikejar Warga hingga Tabrak Sepeda Motor

Melihat aksi tersebut, Supriadi bersama rekannya langsung melakukan pengejaran sambil meminta bantuan warga sekitar. Kejar-kejaran berlangsung hingga menuju wilayah Dolok Batu Nanggar.

Dalam upaya melarikan diri, mobil pelaku melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, saat tiba di Simpang Pasar Baru Sigagak, kendaraan tersebut menabrak sepeda motor Yamaha Vixion BK 5905 TAY.

Benturan keras membuat mobil pelaku berhenti total. Warga yang geram kemudian mengepung dan mengamankan kedua terduga pelaku sebelum polisi tiba di lokasi.

Polisi Bergerak Cepat Usai Terima Laporan

Laporan terkait kejadian itu diterima melalui layanan 110 Call Center Polri sekitar pukul 09.29 WIB. Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun yang dipimpin IPTU Ivan Purba bersama personel Polsek Dolok Batu Nanggar langsung menuju tempat kejadian perkara.

Baca Juga  Mobil Xpander Tertabrak Kereta Api di Tapian Dolok, Dua Wanita Luka

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengamankan pelaku sekaligus mengendalikan situasi di lokasi.

“Begitu laporan diterima, personel langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan pelaku dan menjaga situasi tetap kondusif. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar AKP Verry.

Kapolsek Dolok Batu Nanggar, AKP Gunawan Sembiring, menambahkan bahwa polisi juga segera menenangkan warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kedua pelaku langsung kami amankan dan dibawa untuk mendapatkan perawatan medis sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Gunawan.

Polisi Dalami Dugaan Jaringan Pencurian Ternak

Dua pria yang diamankan diketahui bernama Surono (49), warga Kecamatan Gunung Malela, dan Hendra Syahputra, warga Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Baca Juga  Pengedar Sabu di Kisaran Timur Ditangkap, 12 Paket Disita Polisi

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil sedan hitam BK 1271 XO dan seekor anak lembu yang diduga hasil curian.

Saat ini, Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak lain yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Kasus ini masih terus kami dalami. Jika ditemukan keterlibatan pihak lain atau jaringan pencurian ternak, akan kami tindak tegas,” tutup AKP Verry. (SN10)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini