Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Viral Video Menpar di Masjid Raya, Pemprov Sumbar Bantah Gunakan Sepatu

viral video menpar di masjid raya, pemprov sumbar bantah gunakan sepatu
Menpar Widiyanti dan Gubernur Mahyeldi saat kunjungan ke Masjid Raya yekh Khatib Al Minangkabawi dok. Pemprov Sumbar

Sumbar, Sinata.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai kunjungan kerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada 29 April 2026 tidak sesuai fakta. Narasi yang menyebut menteri mengenakan sepatu di dalam masjid dipastikan keliru.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Nolly Eka Mardianto, mengatakan dirinya berada di lokasi dan mengikuti langsung rangkaian kegiatan tersebut. Ia memastikan, alas kaki yang digunakan menteri saat berada di dalam masjid adalah kaos kaki, bukan sepatu.

Advertisement

β€œTidak benar Ibu Menteri memakai sepatu di dalam masjid. Yang digunakan adalah kaos kaki, hanya saja mungkin secara visual terlihat menyerupai sepatu dalam potongan video yang beredar,” ujar Nolly di Padang, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga  Prabowo dan Ramaphosa Sepakat Perkuat Perdagangan dan Dukungan untuk Palestina

Menurut dia, potongan video yang tersebar di berbagai platform telah memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Padahal, seluruh agenda kunjungan berlangsung dengan memperhatikan norma, etika, dan adab yang berlaku di lingkungan masyarakat setempat.

Nolly menambahkan, Menteri Pariwisata beserta rombongan menjalankan tata krama yang sesuai selama berada di area masjid. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

Ia juga menyoroti maraknya penyebaran informasi yang belum terverifikasi di ruang publik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu perpecahan.

β€œPerbedaan persepsi bisa saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak,” tegasnya. (A58)

Baca Juga  Tisu Basah dan Popok Bakal Dikenai Cukai!

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini