Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

Keren! Pelajar Indonesia Temukan Celah Keamanan NASA, Nama Masuk Hall of Fame

keren! pelajar indonesia temukan celah keamanan nasa, nama masuk hall of fame
Lindan dan Vanda berhasil menemukan celah keamanan (vulnerability) pada situs web NASA. (tribunbanyumas)

Jakarta, Sinata.id – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia.

Sejumlah pelajar dari berbagai daerah berhasil meraih pengakuan internasional setelah menemukan celah keamanan (bug) dalam sistem milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA.

Advertisement

Keberhasilan tersebut diperoleh melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP), yakni inisiatif resmi yang memungkinkan publik melaporkan kerentanan sistem secara etis.

Siswa Pinrang Raih Pengakuan NASA

Salah satu pelajar yang mencuri perhatian adalah Rehan, siswa SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan. Ia berhasil menemukan celah keamanan pada sistem NASA setelah mengikuti program VDP pada Januari 2026.

“Awalnya saya mengetahui program VDP dari NASA dan mencoba mencari celah keamanan pada sistem mereka,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Rehan mengaku sempat ragu, namun tetap mencoba karena meyakini setiap sistem memiliki potensi kerentanan.

Baca Juga  Moto G47 Resmi Rilis: Kamera 108MP, Layar 120Hz, Harga Rp6 Jutaan

Hasilnya, ia berhasil mengidentifikasi celah keamanan dan memperoleh apresiasi resmi dari NASA. Namanya pun tercatat dalam Hall of Fame sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

Belajar Otodidak Sejak SMP

Ketertarikan Rehan pada dunia teknologi informasi sudah muncul sejak bangku SMP. Ia mempelajari keamanan siber secara mandiri melalui internet, mulai dari ponsel hingga akhirnya menggunakan laptop dengan dukungan orang tua.

Selain dari NASA, Rehan juga pernah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital serta sejumlah perguruan tinggi luar negeri, seperti TU Dresden (Jerman), University of Oslo, dan San Diego State University.

Ia bertekad terus mengembangkan kemampuannya di bidang keamanan siber agar dapat memberikan manfaat dan membanggakan keluarga.

Siswa Subang Gunakan Teknik OSINT

Baca Juga  Asteroid Raksasa 99942 Apophis Dekati Bumi 2029, Seberapa Aman?

Prestasi serupa juga diraih oleh Firoos Ghathfaan Ramadhan, siswa kelas VIII SMP IT Alamy Subang, Jawa Barat. Ia berhasil menemukan celah keamanan menggunakan metode Open Source Intelligence (OSINT), yaitu teknik pengumpulan data dari sumber terbuka.

Firoos mengaku belajar bersama komunitas dan mengikuti diskusi daring untuk meningkatkan kemampuannya. Ia juga menerima surat pengakuan dari NASA atas temuannya tersebut.

Empat Siswa Lampung Barat Jadi White Hacker

Tak hanya itu, empat siswa SMKN 1 Liwa, Kabupaten Lampung Barat, juga berhasil menemukan celah keamanan dalam sistem NASA. Mereka adalah Farel Sapero, Ridho Julianto, Riski Permana, dan Naura Gifhari Azhar.

Keempatnya melakukan penelusuran terhadap berbagai dokumen digital yang tersedia secara publik, hingga menemukan potensi kerentanan yang dapat disalahgunakan.

Baca Juga  Tak Hanya di Bumi, Aurora Ternyata Ada di Ganymede! Ini Penjelasan Ilmuwan

Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi kepada NASA melalui mekanisme yang berlaku. Atas kontribusi tersebut, mereka diakui sebagai white hacker atau peretas etis tingkat internasional.

“Kami menelusuri berbagai sumber informasi hingga menemukan titik lemah yang perlu segera diperbaiki,” ujar Ridho.

Keberhasilan mereka tidak lepas dari bimbingan guru produktif TJKJ, Latip Ihpa, yang mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan siber secara positif dan legal.

Dapat Apresiasi dan Beasiswa

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Lampung. Keempat siswa tersebut diberikan beasiswa sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian mereka.

Keberhasilan para pelajar ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global, bahkan dalam bidang teknologi tinggi seperti keamanan siber. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini