Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Asteroid Raksasa 99942 Apophis Dekati Bumi 2029, Seberapa Aman?

asteroid raksasa 99942 apophis dekati bumi 2029, seberapa aman?
Asteroid 99942 Apophis. (esa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Dunia astronomi tengah bersiap menyambut salah satu peristiwa ruang angkasa paling langka dalam sejarah modern.

Pada 13 April 2029, sebuah asteroid raksasa bernama 99942 Apophis dijadwalkan melintas sangat dekat dengan Bumi.

Advertisement

Asteroid yang ukurannya setinggi Gedung Empire State Building ini akan melintas pada jarak sekitar 32.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak tersebut tergolong sangat dekat dalam skala astronomi, bahkan lebih rendah dibandingkan orbit satelit geostasioner.

Apophis pertama kali ditemukan pada 2004 oleh para astronom di Kitt Peak National Observatory, Amerika Serikat. Nama “Apophis” diambil dari mitologi Mesir kuno yang merujuk pada dewa kekacauan dan kegelapan, karena pada awal penemuannya sempat diperkirakan memiliki peluang tabrakan dengan Bumi.

Baca Juga  Komet C/2026 A1 (MAPS) Dekati Matahari, Saksikan Fenomena Langit Spektakuler

Asteroid ini diperkirakan terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu pada masa awal tata surya, tepatnya di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Dengan diameter sekitar 375 meter, Apophis dikategorikan sebagai asteroid dekat Bumi karena orbitnya berpotongan dengan jalur orbit planet kita.

Apakah Bumi Aman dari Tabrakan?

Pada awalnya, ilmuwan memperkirakan peluang tabrakan mencapai 2,7 persen pada 2029 angka tertinggi yang pernah tercatat dalam Skala Torino. Namun, seiring bertambahnya data observasi, probabilitas tersebut terus menurun.

Pengamatan terbaru pada Maret 2021 memastikan bahwa Bumi aman dari ancaman Apophis, setidaknya untuk 100 tahun ke depan. Kekhawatiran bahwa gravitasi Bumi dapat mengubah lintasan Apophis hingga berpotensi menabrak pada 2068 juga telah dikesampingkan.

Baca Juga  NASA Umumkan Misi Crew-13, Jadwal Dimajukan dan Daftar Astronot Terungkap

Dampak Jika Terjadi Tabrakan

Meski peluang tabrakan kini hampir nol, para ilmuwan tetap mempelajari potensi dampaknya. Jika asteroid ini menghantam Bumi, energi yang dilepaskan diperkirakan setara dengan lebih dari 1.000 megaton TNT ratusan kali lebih besar dibandingkan senjata nuklir.

Dampaknya bisa menghancurkan wilayah dalam radius ratusan kilometer dari titik jatuh. Sebagai perbandingan, asteroid yang memusnahkan dinosaurus berdiameter 10–15 kilometer, jauh lebih besar dari Apophis. Namun, jika Apophis jatuh di wilayah padat penduduk, dampaknya tetap berpotensi menimbulkan bencana besar dengan korban jiwa dalam jumlah sangat besar.

Peluang Emas Penelitian Antariksa

Peristiwa langka ini juga menjadi peluang besar bagi penelitian sains antariksa. Dua misi utama telah disiapkan untuk mempelajari Apophis dari dekat.

Baca Juga  Bulan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Diprediksi Akan Hilang

Misi pertama adalah RAMSES dari European Space Agency (ESA), yang akan mendampingi asteroid guna mengamati pengaruh gravitasi Bumi terhadap struktur dan rotasinya.

Sementara itu, NASA akan mengerahkan misi OSIRIS-APEX yang dijadwalkan tiba setelah Apophis melintasi Bumi. Misi ini akan mengaktifkan mesin di permukaan asteroid untuk menyingkap material di bawah permukaannya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemantauan objek dekat Bumi yang terus dilakukan melalui Planetary Defense Coordination Office sejak 2016, guna mengantisipasi potensi ancaman dari luar angkasa di masa depan. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini