Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

Ilmuwan Temukan Lokasi Kawah Meteorit Purba di Laos, Diduga Terkubur Lava 800 Ribu Tahun

ilmuwan temukan lokasi kawah meteorit purba di laos, diduga terkubur lava 800 ribu tahun
Ilustrasi kawah meteorit raksasa. (covertopik)

Pematangsiantar, Sinata.id – Para ilmuwan mengklaim telah menemukan lokasi kawah tumbukan meteorit raksasa yang menghantam Bumi sekitar 800.000 tahun lalu.

Kawah tersebut diduga berada di Dataran Tinggi Bolaven, Laos selatan, dan selama ini tersembunyi di bawah lapisan lava tebal.

Advertisement

Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan perkebunan kopi, sehingga keberadaan kawah raksasa itu tidak terdeteksi selama bertahun-tahun.

Penelitian ini dipimpin oleh ahli geologi Kerry Sieh. Studi tersebut bermula dari penemuan tektit di Vietnam pada 2011, yakni material kaca alami yang terbentuk akibat tumbukan meteorit.

Berdasarkan pola sebaran tektit yang semakin tebal dan kasar, para peneliti memperkirakan pusat tumbukan mengarah ke wilayah Laos selatan.

Baca Juga  Kalender SNBP 2026 Februari: Jadwal Pendaftaran, Jam Buka, dan Panduan Lengkap

“Jejak tumbukan besar tersebar luas, tetapi kawahnya belum pernah ditemukan,” ujar Kerry Sieh dalam laporannya.

Tektit menjadi bukti penting karena terbentuk saat material permukaan Bumi mencair akibat suhu ekstrem yang bisa mencapai sekitar 4.000 derajat Celsius saat tumbukan terjadi. Material tersebut kemudian terlontar ke atmosfer sebelum jatuh kembali ke Bumi.

Peristiwa tumbukan ini diperkirakan memicu bencana besar, seperti kebakaran hutan skala luas dan banjir besar. Dampaknya diyakini memengaruhi kehidupan hewan serta manusia purba, termasuk Homo erectus, di kawasan Asia Tenggara.

Meski temuan ini memperkuat hipotesis lokasi kawah, para ilmuwan menegaskan bahwa bukti yang ada masih bersifat tidak langsung.

Geokronolog Fred Jourdan menyebut wilayah Asia Tenggara memiliki banyak aktivitas vulkanik yang dapat menghasilkan karakter geologi serupa.

Baca Juga  Google Bayar Rp2,3 Triliun dalam Kasus Privasi Android, Jutaan Pengguna Berpotensi Terima Kompensasi

Untuk memastikan keberadaan kawah secara pasti, diperlukan penelitian lanjutan berupa pengeboran hingga ratusan meter di bawah permukaan. Tujuannya adalah menemukan bukti fisik seperti batuan yang meleleh atau kuarsa kejut yang menjadi penanda khas tumbukan meteorit.

Para peneliti memperkirakan diameter kawah berada dalam rentang 15 hingga 120 kilometer. Jika terbukti, temuan ini akan menjadi salah satu kawah tumbukan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Penelitian lanjutan diharapkan mampu mengungkap lebih jauh sejarah peristiwa kosmik yang pernah mengubah lanskap dan kehidupan di Bumi tersebut. (mi/A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini