Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Ketua DPR RI : Komunikasi Politik RUU Pemilu Terus Berjalan

pembahasan rancangan undang-undang (ruu) pemilu terus berlanjut di tengah dinamika politik yang berkembang.
Ketua DPR RI Puan Maharani (ft: Parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu terus berlanjut di tengah dinamika politik yang berkembang.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa komunikasi antarpartai politik tetap dilakukan guna menyelaraskan pandangan menjelang tahapan Pemilu 2029.

Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan Puan usai Rapat Paripurna di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, sebagaimana dilansir dari Parlementaria, Selasa (21/4/2026).

Ia menyebut, proses komunikasi politik menjadi bagian penting dalam merumuskan kebijakan yang komprehensif terkait penyelenggaraan pemilu mendatang.

Menurutnya, dinamika dalam komunikasi politik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, terlebih ketika pembahasan regulasi strategis seperti RUU Pemilu memiliki batas waktu yang harus diperhatikan.

“Komunikasi politik tetap berjalan di partai politik dan tidak dilakukan secara tertutup,” ujar Puan.

Baca Juga  Jadwal Masuk Sekolah Setelah Libur Lebaran 2026, Simak Tanggal Resminya

Ia menjelaskan, komunikasi tersebut dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, baik melalui forum resmi maupun pendekatan informal. Mekanisme ini dinilai sebagai praktik lazim dalam proses pengambilan kebijakan di negara demokratis.

Selain antarpartai, koordinasi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan lembaga terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap substansi dalam RUU Pemilu dibahas secara menyeluruh dan menghasilkan kebijakan yang memiliki legitimasi kuat.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya memperhatikan kebutuhan dan dinamika masyarakat dalam penyusunan regulasi tersebut. Dengan begitu, aturan yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab tantangan penyelenggaraan pemilu ke depan.

Ia menambahkan, seluruh proses pembahasan diarahkan untuk memperkuat kualitas demokrasi, termasuk menciptakan sistem pemilu yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Baca Juga  Lonjakan Penumpang Nataru, Sudjatmiko Dorong Integrasi Transportasi Perkeretaapian

“Semangatnya agar pemilu berjalan jujur, adil, dan tetap menjaga nilai demokrasi tanpa merugikan bangsa dan negara,” tutupnya. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini