Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Menapaki Rindu di Jumat Agung, Ziarah yang Menghidupkan Kenangan

ziarah ke makam orangtua menghidupkan kenangan
Ziarah di momen Jumat Agung

Pematangsiantar, Sinata.id – Langit siang di Pematangsiantar tampak teduh pada Jumat ini. Usai mengikuti ibadah Jumat Agung, langkah-langkah para peziarah mengalir menuju dua kawasan pemakaman, TPU Jalan Parsoburan, Kecamatan Siantar Marihat, dan TPU di Jalan Narumonda, Kecamatan Siantar Selatan.

Di antara nisan-nisan yang berdiri sunyi, ratusan umat Kristiani datang membawa rindu yang tak pernah benar-benar usai.

Advertisement

Sebagian dari mereka menempuh perjalanan jauh. Dari Medan, Belawan, Tarutung, hingga Tebing Tinggi, hanya untuk kembali sejenak ke pelukan kenangan.

Di atas tanah yang menyimpan kisah hidup orang-orang terkasih, tangan-tangan itu mulai bekerja. Rumput liar disingkirkan, dedaunan kering disapu, dan batu nisan dibersihkan perlahan, seolah merawat kembali hubungan yang tak terputus oleh waktu.

Baca Juga  Rumah Terkunci, Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Siantar Sitalasari

Setelahnya, doa-doa pun dipanjatkan dalam hening, lirih, namun penuh makna.

Bagi mereka, ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan cara merawat ingatan.
“Jumat Agung adalah momen suci untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus,” tutur J Sitorus, peziarah asal Medan.

“Ini tentang kasih, pengampunan, dan ketulusan,” tambahnya.

Ia datang bersama keluarga, kembali ke kota kelahirannya di Pematangsiantar, untuk menziarahi makam orang tua dan mertua.

Meski kini menetap di Medan, langkahnya seakan selalu tahu jalan pulang, setidaknya sekali dalam setahun.

“Sepulang ibadah, kami langsung berangkat ke sini. Setiap Paskah, kami selalu datang,” ujarnya pelan.

Di antara doa dan sunyi, ziarah itu menjadi ruang perjumpaan antara yang hidup dan kenangan yang tetap tinggal. (SN17)

Baca Juga  Paskah 2026 di HKBP Pematangsiantar, Ibadah Disiapkan Khusyuk dan Penuh Makna

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini