Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah, Wisata Jadi Andalan

lebaran dongkrak ekonomi daerah, wisata jadi andalan
Lamhot Sinaga (Parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Momentum Lebaran dinilai menjadi penggerak utama perputaran ekonomi di daerah. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga.

Menurutnya, lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, terutama pariwisata domestik.

Advertisement

Ia menilai kebijakan pemerintah dalam mengatur arus mudik tidak hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memperkuat geliat ekonomi lokal.

“Perputaran uang selama Lebaran sangat besar dan memberi efek berganda bagi masyarakat di daerah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).

Lamhot menjelaskan, tradisi mudik mendorong konsumsi masyarakat secara luas. Mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan dampaknya.

Baca Juga  Harris Turino Soroti Keresahan Guru Honorer Pascaterbitnya SE Kemendikdasmen

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai perputaran uang selama periode Lebaran bahkan diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkuat ekonomi daerah, khususnya sektor riil yang langsung menyentuh masyarakat.

Lamhot mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Ia juga meminta pemerintah memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal.

Selain UMKM, sektor pariwisata diproyeksikan mengalami lonjakan signifikan. Tingginya mobilitas masyarakat diperkirakan meningkatkan okupansi hotel dan kunjungan ke berbagai destinasi wisata.

“Ini peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.

Ia menambahkan, daerah dengan potensi wisata unggulan—baik alam, budaya, maupun kuliner—berpotensi mengalami peningkatan kunjungan yang signifikan selama libur Lebaran.

Baca Juga  DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Global

Untuk itu, kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan menjadi kunci. Aspek aksesibilitas, kebersihan, hingga keamanan harus diperhatikan agar wisatawan merasa nyaman.

Lamhot juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola lonjakan aktivitas ekonomi tersebut agar manfaatnya merata.

Menurutnya, kebijakan rekayasa lalu lintas dan peningkatan layanan transportasi turut berperan dalam memperlancar distribusi ekonomi.

Ia mengingatkan pelaku industri dan pariwisata untuk tetap menjaga standar pelayanan di tengah meningkatnya permintaan.

Lamhot berharap momentum Lebaran tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini