Jakarta, Sinata.id – Suasana di rumah dinas Nasaruddin Umar berubah drastis saat momen Idulfitri, Minggu (22/3/2026). Dari yang biasanya formal, hari itu terasa hangat, cair, dan penuh nuansa kekeluargaan.
Pintu kediaman terbuka lebar untuk semua kalangan. Tak hanya pejabat negara dan duta besar, masyarakat umum, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan turut hadir bersilaturahmi.
Sejak pagi, ruang tamu dipenuhi warga dari berbagai penjuru Jakarta. Tanpa protokol kaku, Menag menyambut tamu satu per satu dengan senyum ramah dan jabat tangan hangat.
Di dalam ruangan, sejumlah tamu tampak berbincang santai. Perwakilan ormas duduk bersama, berdiskusi ringan soal kerukunan sambil menikmati hidangan khas Lebaran.
Namun, suasana paling mencuri perhatian justru terlihat di sisi lain kediaman. Halaman samping dipenuhi canda tawa anak-anak yang bermain bebas di sela-sela acara.
Beberapa bocah tampak berlarian di antara kursi dan karpet. Tawa mereka memecah suasana, menghadirkan warna tersendiri di tengah keramaian.
Sesekali, orang tua terlihat mengejar anak-anak mereka sambil tersenyum dan meminta maaf kepada tamu lain. Momen itu justru disambut tawa oleh tuan rumah.
Penasehat Dharma Wanita Persatuan, Helmi Nasaruddin, tampak beberapa kali mengingatkan anak-anak agar bermain lebih hati-hati.
Kehadiran anak-anak dan masyarakat umum memberi makna tersendiri bagi suasana open house. Rumah dinas hari itu benar-benar terasa sebagai ruang bersama.
Beragam hidangan tersaji, mulai dari lontong Cap Go Meh, coto Makassar, hingga jajanan tradisional. Sajian tersebut menemani obrolan santai yang berlangsung di berbagai sudut ruangan.
Tak sedikit warga memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto bersama Menag. Ia melayani permintaan tersebut dengan sabar, meski cuaca Jakarta cukup terik.
Momentum ini menjadi cerminan pesan yang kerap disampaikan Menag, bahwa agama harus menghadirkan kegembiraan dan merajut kebersamaan.
Melalui suasana terbuka dan penuh tawa, kediaman dinas itu berubah menjadi simbol kerukunan dan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. (A18)
Sumber: Situs Kemenag









Jadilah yang pertama berkomentar di sini