Tel Aviv, Sinata.id – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran untuk pertama kalinya dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak jauh, Sabtu (21/3/2026).
Serangan ini dinilai memperluas eskalasi konflik hingga berpotensi menjangkau wilayah di luar kawasan tersebut.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, mengungkapkan bahwa Iran menembakkan dua rudal dengan jangkauan sekitar 4.000 kilometer ke arah pangkalan militer Amerika Serikat-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Menurut Zamir, ini merupakan pertama kalinya Iran menggunakan rudal jarak jauh dalam konflik yang tengah berlangsung.
“Jangkauan rudal tersebut bahkan mampu mencapai ibu kota negara-negara Eropa seperti Berlin, Paris, dan Roma,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.
Serangan Hantam Wilayah Selatan Israel
Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan ke wilayah selatan Israel. Rudal dilaporkan menghantam kota Dimona dan Arad pada Sabtu malam.
Serangan tersebut menyebabkan puluhan orang terluka, termasuk anak-anak, serta memicu kerusakan bangunan dan kebakaran di sejumlah lokasi.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa target serangan adalah instalasi militer dan pusat keamanan Israel di wilayah tersebut.
Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, mengakui bahwa sistem pertahanan udara sempat bekerja, namun tidak sepenuhnya berhasil mencegat seluruh rudal.
“Kami akan menyelidiki insiden ini dan melakukan evaluasi,” ujarnya.
Serangan di Dimona menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut berada dekat fasilitas nuklir strategis Israel. Selain itu, kawasan ini juga berdekatan dengan beberapa pangkalan militer penting, termasuk Pangkalan Udara Nevatim.
Laporan layanan darurat Israel menyebutkan sedikitnya 88 orang terluka di Arad, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius. Sementara di Dimona, 39 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk seorang anak berusia 10 tahun dalam kondisi kritis.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut situasi tersebut sebagai malam yang sangat sulit bagi negaranya.
“Ini adalah malam yang sangat berat dalam perjuangan untuk masa depan kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi, seperti dilansir Minggu (22/3/2026).
Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan balasan terhadap Iran di berbagai lini.
Sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026, korban jiwa terus bertambah. Dilaporkan lebih dari 2.000 orang tewas di Iran akibat serangan, sementara di Israel tercatat sedikitnya 15 korban jiwa akibat serangan balasan.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan keamanan internasional. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini