Yerusalem, Sinata.id – Sebuah ledakan terjadi di kawasan lereng bukit di dalam Kota Tua Yerusalem pada Jumat (20/3/2026), setelah peringatan adanya rudal yang ditembakkan dari Iran. Insiden tersebut menyebabkan puing-puing berserakan hingga ke jalan.
Jurnalis Agence France-Presse (AFP) melaporkan bahwa kerusakan terjadi hanya beberapa ratus meter dari sejumlah situs suci, yakni Masjid Al-Aqsa, Tembok Barat, dan Gereja Makam Kudus.
Polisi segera menutup kawasan permukiman Yahudi di Kota Tua setelah beberapa ledakan keras mengguncang pusat kota.
“Kami mendengar dentuman besar dan puing-puing terlempar hingga sekitar 15 meter,” ujar Schimon Elkayam (44), dikutip dari The Straits Times, Sabtu (21/3/2026).
Saat diwawancarai, Elkayam terlihat memegang pecahan batu dan mengaku khawatir karena komunitas Yahudi, Kristen, dan Muslim sama-sama berpotensi terdampak.
Dalam pernyataan di platform X, militer Israel menyebut area Kota Tua, khususnya di sekitar Temple Mount, terdampak pecahan rudal dari Iran. Namun, Komandan Polisi Kota Tua Israel, Dvir Tamim, menyatakan ledakan kemungkinan disebabkan oleh hantaman langsung rudal, bukan serpihan interseptor.
Tim penjinak bom saat ini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis rudal yang digunakan. Polisi Israel juga menyebut hulu ledak yang jatuh mengandung puluhan kilogram bahan peledak.
AFP belum dapat memastikan secara independen apakah ledakan tersebut merupakan dampak langsung rudal atau serpihan yang jatuh setelah proses intersepsi.
Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Iran menyerang situs-situs suci di Yerusalem. Dalam pernyataannya, mereka menyebut serangan tersebut sebagai bentuk tindakan yang tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi bertepatan dengan perayaan Idulfitri.
Seorang warga di distrik terdekat mengaku melihat benda jatuh lurus dari langit sebelum terdengar dentuman keras disertai kepulan asap putih. Polisi Israel melaporkan satu orang mengalami luka ringan dan telah dievakuasi.
Warga lainnya, Devorah Abramson (48), mengatakan ledakan tersebut melemparkan puing ke lapangan sepak bola di dekat tempat tinggalnya.
“Ini sangat menakutkan,” ujarnya.
Situasi Memanas di Timur Tengah
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Sebelumnya, Iran meluncurkan serangkaian rudal sebagai respons atas serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) yang dimulai sejak 28 Februari 2026.
Sirene serangan udara terdengar berulang kali di Yerusalem dan Tel Aviv pada hari yang sama. Layanan darurat melaporkan sedikitnya dua orang terluka di wilayah sekitar Tel Aviv, sementara rekaman media menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal terbakar.
Di sisi lain, AS dan Israel dilaporkan menyerang fasilitas nuklir Natanz di Iran. Informasi ini disampaikan oleh organisasi energi atom Iran melalui kantor berita Tasnim.
“Menyusul serangan oleh AS dan rezim Zionis, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pada pagi hari,” demikian pernyataan resmi yang dikutip AFP.
Pihak Iran memastikan tidak ada kebocoran bahan radioaktif akibat serangan tersebut.
Di tengah eskalasi konflik, ribuan umat Muslim di Iran tetap melaksanakan Salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026), menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini