DUBAI, Sinata.id — Iran kembali menegaskan sikap kerasnya dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS) terkait upaya penyelesaian konflik yang masih berlangsung.
Teheran menyatakan tidak akan berkompromi atas apa yang disebut sebagai “hak nasionalnya”.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator, Mohammad Bagher Ghalibaf, saat bertemu Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, di Teheran, Sabtu (23/5/2026), sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran.
Dalam pertemuan itu, Qalibaf menilai AS bukan pihak yang dapat dipercaya dalam proses negosiasi damai.
Ia menegaskan Iran akan tetap mempertahankan “hak-hak sahnya” baik melalui jalur diplomasi maupun kekuatan militer jika diperlukan.
Sementara itu, Pakistan disebut tengah memainkan peran mediasi regional guna memperkecil perbedaan antara Teheran dan Washington setelah beberapa pekan konflik yang memicu gangguan besar di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini