London, Sinata.id – Survei Natal Britania Raya 2025 mengungkap perubahan penting dalam cara masyarakat Inggris memaknai perayaan Natal.
Jika sebelumnya hadiah menjadi sorotan utama, kini makanan justru menjadi pusat pengalaman emosional masyarakat. Temuan ini dinilai memiliki implikasi besar bagi merek makanan dan minuman dalam menyusun strategi menuju Natal 2026.
Penelitian nasional yang dikurasi oleh Richmond & Towers bersama Possibility? tersebut menunjukkan bahwa di tengah pola belanja dan perayaan yang semakin terfragmentasi, makan malam Natal bersama keluarga tetap menjadi sumber kebahagiaan dan kenangan paling konsisten.
Laporan setebal 126 halaman ini memadukan data kuantitatif dan kisah responden, sehingga memberikan gambaran mendalam bagi pemasar yang ingin mengoptimalkan strategi pada musim perayaan mendatang.
Baca juga:Wow! Kado Natal Terindah: Warga Arkansas Menangi Lotre Senilai Rp 30,4 Triliun!
Makanan Jadi Pusat Emosional Natal
Hasil survei terhadap 2.000 orang dewasa di Inggris menunjukkan bahwa momen kebersamaan dan makanan lebih berkesan dibanding hadiah.
Ketika ditanya bagian terbaik dari Hari Natal:
46% responden menyebut kebersamaan keluarga
29% memilih makan malam Natal
Hanya 8% yang menyebut hadiah
Temuan ini menempatkan momen makan bersama sebagai puncak emosional perayaan.
Direktur Pelaksana Richmond & Towers, Matt de Leon, menyebut makanan menjadi titik ketika perayaan terasa nyata.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa semuanya mengarah pada momen ketika orang duduk bersama. Merek yang membantu momen itu berjalan lancar tidak hanya menjual produk, tetapi juga membentuk bagaimana Natal dikenang,” ujarnya, seperti dilansir Rabu (25/2/2026).
Tekanan Finansial Masih Tinggi
Meski Natal identik dengan kegembiraan, survei juga menemukan adanya tekanan, terutama terkait biaya.
Baca juga:Viral Adu Tegur dengan Jurnalis Inggris Saat Amankan Presiden Prabowo, Paspampres Buka Suara
42% responden merasa Natal menimbulkan stres finansial
33% merasa tertekan untuk membelanjakan lebih dari kemampuan
Tekanan paling besar dirasakan oleh tuan rumah yang harus memasak dan mengatur jamuan keluarga.
Direktur Possibility?, Nick Rabin, menilai peluang bagi merek bukan mendorong konsumsi lebih besar, melainkan membantu konsumen merasa lebih terkendali.
Tradisi Bertahan, Fleksibilitas Meningkat
Menu klasik seperti kalkun panggang dan puding Natal masih dominan, terutama di kalangan konsumen lebih tua. Namun generasi di bawah 35 tahun menunjukkan keterbukaan terhadap protein alternatif, menu lintas budaya, perayaan yang lebih ringan, dan minuman non-alkohol
Hal ini menandakan tradisi tetap kuat, tetapi mengalami penyesuaian.
Makan di Luar Paling Mudah Dipangkas
Saat diminta memilih pengeluaran yang akan dikurangi, responden paling banyak memilih makan di luar (29%), jauh di atas hadiah (17%). Ini menunjukkan konsumsi makanan di rumah menjadi sektor yang paling tangguh selama musim perayaan.
Dalam daftar merek yang membuat Natal terasa lebih mudah, Amazon berada di posisi teratas. Namun secara kolektif, jaringan supermarket mendominasi persepsi positif konsumen.
Baca juga:Kabar Gembira, Inggris Berikan 10.000 Bea Siswa untuk Mahasiswa Indonesia
Tesco, Aldi, Sainsbury’s, Lidl, Asda, dan Marks & Spencer tampil menonjol, dengan Marks & Spencer melampaui pangsa pasarnya berkat citra premium yang tetap terasa aman bagi konsumen.
Keberlanjutan Jadi Standar Dasar
Kesadaran lingkungan juga meningkat:
45% responden mencoba membuat pilihan lebih ramah lingkungan
Hampir 60% pada kelompok di bawah 35 tahun
56% berupaya mengurangi limbah
Bagi merek makanan, hal ini menempatkan keberlanjutan sebagai kebutuhan operasional, bukan sekadar pesan kampanye.
Implikasi untuk Strategi Natal 2026
Survei ini menyimpulkan bahwa masa depan pemasaran makanan Natal bukan tentang kampanye yang lebih besar atau lebih glamor, melainkan lebih sederhana dan mendukung konsumen.
Beberapa implikasi utama, yakni fokus pada rasa aman, bukan kesempurnaan, membantu tuan rumah merasa terkendali, menjaga tradisi sambil memberi fleksibilitas, dan menempatkan makan bersama sebagai momen utama.
“Kesuksesan Natal bukan tentang pertunjukan, tetapi tentang membuat momen terpenting terasa mudah dijalani,” kata de Leon.
Survei Great British Christmas 2025 mulai tersedia untuk dibeli dan diunduh sejak 17 Februari 2026. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini