Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Puluhan Ribu Warga Serbia Demo Besar di Beograd, Tuntut Pemilu Dipercepat

puluhan ribu warga serbia demo besar di beograd, tuntut pemilu dipercepat
Aksi demo warga Serbia. (afp)

Beograd, Sinata.id – Demonstrasi besar-besaran kembali mengguncang Serbia setelah puluhan ribu warga memadati pusat Kota Beograd pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat untuk memprotes pemerintah dan menuntut pemilu dipercepat.

Gelombang aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan antikorupsi yang muncul setelah tragedi runtuhnya kanopi stasiun kereta di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang.

Advertisement

Tragedi tersebut memicu tuntutan investigasi transparan dan mendorong pengunduran diri mantan Perdana Menteri Serbia, Milos Vučević. Sejak saat itu, gerakan mahasiswa berkembang menjadi kekuatan utama oposisi terhadap pemerintahan Presiden Aleksandar Vučić.

Para demonstran memadati Lapangan Slavija di pusat Beograd sambil membawa spanduk, bendera Serbia, serta atribut bertuliskan slogan “Mahasiswa Menang”.

Baca Juga  Swedia dan Serbia Desak Warganya Tinggalkan Iran Usai Ancaman Trump

Konvoi kendaraan dari berbagai kota di Serbia juga berdatangan menuju ibu kota untuk bergabung dalam aksi tersebut.

Mahasiswa arsitektur berusia 24 tahun bernama Andjela mengatakan demonstrasi ini menjadi bukti bahwa gerakan perlawanan belum padam.

“Kami masih di sini, terus berjuang, dan tidak akan berhenti,” ujarnya kepada AFP.

Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, situasi memanas pada malam hari ketika bentrokan pecah antara demonstran dan aparat keamanan di dekat gedung parlemen serta kantor kepresidenan Serbia.

Sejumlah demonstran bertopeng melempar batu, botol, dan petasan ke arah polisi. Aparat kemudian membalas dengan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan massa.

Kantor kejaksaan Serbia menegaskan seluruh pelaku penyerangan terhadap polisi akan diproses hukum.

Baca Juga  Zetro Leonardo Purba, Diplomat RI Tewas Ditembak di Peru

“Semua pihak yang menyerang petugas polisi akan diidentifikasi dan dituntut sesuai hukum,” demikian pernyataan resmi kejaksaan Serbia.

Presiden Vučić turut menanggapi kerusuhan tersebut melalui unggahan di media sosial.

“Adegan yang kita saksikan malam ini bukan sesuatu yang baik bagi Serbia dan membuat sedih setiap warga negara,” tulis Vučić.

Ia menegaskan kerusuhan tidak akan mengubah situasi politik negara tersebut.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Serbia, Dragan Vasiljevic, memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai sekitar 34 ribu orang, meski belum ada estimasi independen terkait jumlah massa yang hadir.

Demonstrasi ini juga mendapat perhatian internasional. Komisaris Hak Asasi Manusia Dewan Eropa, Michael O’Flaherty, mengkritik pendekatan keras pemerintah Serbia terhadap demonstran dan menyatakan akan memantau situasi secara ketat.

Baca Juga  Kecelakaan Jet Tempur AS di Kuwait, Eskalasi Perang Iran–Israel Kian Meluas

Laporan Dewan Eropa turut menyoroti dugaan penyalahgunaan kekuasaan aparat, serangan terhadap aktivis dan jurnalis, serta menyempitnya ruang kebebasan sipil di Serbia.

Serbia sendiri masih berupaya bergabung dengan Uni Eropa, namun tetap mempertahankan hubungan dekat dengan Rusia dan China.

Para mahasiswa yang memimpin gerakan berharap tekanan publik dapat memaksa Presiden Vučić segera mengumumkan pemilu dini. Vučić sebelumnya menyebut pemungutan suara kemungkinan digelar antara September hingga November 2026. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini