Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

AS Tekan Korea Selatan Turun Tangan di Hormuz, Demi Selamatkan Jalur Minyak Dunia

as tekan korea selatan turun tangan di hormuz, demi selamatkan jalur minyak dunia
Bendera Amerika Serikat. (Ist)

Washington DC, Sinata.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini memicu manuver diplomasi baru dari Amerika Serikat. Washington mendesak Korea Selatan untuk ikut turun tangan membantu mengamankan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun pada Senin (16/3/2026). Washington meminta Seoul berkontribusi menjaga stabilitas kawasan sekaligus membantu memulihkan arus perdagangan minyak global yang terganggu akibat konflik.

Advertisement

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pemerintah Korea Selatan, Rubio menegaskan pentingnya kerja sama internasional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Baca Juga  Washington Siap Jadi Panggung Perdamaian Gaza, Trump Dorong Dewan Khusus Bertemu 19 Februari

“Kerja sama antarnegara saat ini lebih penting dari sebelumnya untuk menjamin keamanan jangka panjang di Selat Hormuz serta menstabilkan ekonomi global dan harga minyak,” demikian isi pernyataan yang dikutip dari pemerintah Seoul, Selasa (17/3/2026).

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi rute utama pengiriman minyak dari Timur Tengah ke pasar global.

Namun eskalasi konflik di kawasan tersebut membuat lalu lintas kapal tanker terganggu, bahkan sempat memicu kekhawatiran bahwa jalur energi dunia bisa lumpuh total.

Gangguan di Hormuz menjadi ancaman serius bagi banyak negara pengimpor minyak, termasuk Korea Selatan yang sangat bergantung pada energi dari Timur Tengah.

Baca Juga  Hizbullah Soroti Ketegangan AS-Iran dan Peran Israel di Baliknya

Data perdagangan menunjukkan hampir 70% impor minyak Korea Selatan melewati Selat Hormuz, menjadikan stabilitas jalur tersebut sangat penting bagi keamanan energi negara itu.

Dorongan Washington kepada Seoul juga menjadi bagian dari upaya lebih luas pemerintahan Donald Trump untuk membentuk koalisi internasional yang bertugas menjaga keamanan pelayaran di kawasan Teluk.

Amerika Serikat sebelumnya juga meminta sejumlah negara lain, termasuk Jepang, Inggris, hingga Prancis, untuk mengirim kapal perang guna mengawal kapal tanker minyak yang melintas di wilayah tersebut.

Namun respons sekutu sejauh ini masih cenderung hati-hati. Beberapa negara mempertimbangkan aspek hukum, politik domestik, serta risiko terseret lebih jauh ke dalam konflik Iran.

Baca Juga  Buronan Kasus Penipuan Kripto Lintas Negara Chen Zhi Ditangkap

Pemerintah Korea Selatan sendiri belum mengambil keputusan final terkait permintaan tersebut. Seoul menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Washington sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

“Keputusan mengenai respons terhadap permintaan sekutu adalah isu penting. Kami akan bertindak sesuai konstitusi dan hukum,” kata Cho Hyun dalam pernyataan terpisah kepada parlemen.

Di Korea Selatan, pengerahan pasukan ke luar negeri memang memerlukan persetujuan parlemen, sehingga setiap keputusan militer harus melalui proses politik yang cukup panjang. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini