Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

Demi Keselamatan Remaja, Australia Ancam Tutup Akses ChatGPT Cs

demi keselamatan remaja, australia ancam tutup akses chatgpt cs
Australia.

Canberra, Sinata.id – Australia mengancam akan memblokir akses terhadap layanan kecerdasan buatan (AI) yang gagal membatasi penggunaan oleh anak di bawah umur, hanya sepekan sebelum regulasi baru yang ketat mulai berlaku pada 9 Maret 2026.

Langkah ini merupakan perluasan dari kebijakan pelarangan media sosial bagi remaja yang sebelumnya telah diterapkan, dan menjadikan Australia sebagai salah satu negara dengan pengawasan paling agresif terhadap industri AI global.

Advertisement

Berdasarkan tinjauan Reuters terhadap 50 produk AI berbasis teks terpopuler, ditemukan bahwa hanya sembilan platform yang telah menerapkan atau mengumumkan rencana sistem verifikasi usia.

Sebanyak 11 platform lainnya memilih untuk menerapkan filter konten menyeluruh atau berencana memblokir seluruh pengguna Australia sebagai cara memenuhi aturan. Namun, masih ada 30 platform yang belum menunjukkan langkah konkret untuk patuh.

Komisioner lembaga keselamatan daring Australia, eSafety Commissioner, menyatakan pihaknya tidak akan segan menggunakan seluruh kewenangan yang dimiliki untuk menindak tegas pelanggaran. β€œKami akan mengambil tindakan terhadap mesin pencari atau toko aplikasi yang menjadi pintu akses utama jika terjadi ketidakpatuhan,” demikian pernyataan resmi eSafety.

Baca Juga  Bagaimana Negara "Boneka Algoritma" Bisa Hancur Tanpa Satu Peluru Ditembakkan

Aturan yang mulai berlaku pekan depan ini mewajibkan seluruh layanan internet di Australia, termasuk alat pencarian berbasis AI seperti ChatGPT, chatbot pendamping, dan sejenisnya, untuk membatasi akses pengguna di bawah 18 tahun terhadap konten berbahaya.

Baca:Β http://Infrastruktur Amazon di Timur Tengah Lumpuh Akibat Serangan Drone Iran

Konten yang dilarang mencakup pornografi, kekerasan ekstrem, konten menyakiti diri sendiri, dan gangguan makan.

Perusahaan yang terbukti melanggar menghadapi denda hingga 49,5 juta dolar Australia atau setara Rp 591 miliar.

Kekhawatiran regulator muncul setelah berbagai insiden yang melibatkan AI dan pengguna muda. OpenAI dan startup chatbot pendamping Character.AI saat ini menghadapi gugatan hukum terkait kematian yang salah (wrongful death) yang melibatkan interaksi dengan pengguna remaja.

Dalam kasus terpisah, OpenAI pekan ini mengakui telah menonaktifkan akun ChatGPT milik seorang remaja tersangka penembakan massal di Kanada beberapa bulan sebelum insiden, meskipun tanpa memberitahu pihak berwenang.

Baca Juga  iPhone 18 Pro Max 2026 Bocor: Layar Penuh Tanpa Dynamic Island, Chip 2nm

Meski Australia belum mencatat kasus serupa, regulator melaporkan data anak-anak berusia 10 tahun diketahui berinteraksi dengan alat AI interaktif hingga enam jam per hari.

Juru bicara eSafety menyoroti kekhawatiran terhadap praktik perusahaan AI yang dinilai memanfaatkan manipulasi emosional dan antropomorfisme untuk menarik dan mempertahankan pengguna muda.

Di tengah ketatnya pengawasan ini, respons pelaku industri masih terpecah. Asisten pencarian berbasis chat besar seperti ChatGPT, Replika, dan Claude milik Anthropic dikabarkan telah mulai menerapkan sistem verifikasi usia. Character.AI bahkan telah menghentikan fitur obrolan terbuka bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Namun, di kalangan chatbot pendamping, sekitar tiga perempatnya belum memiliki sistem penyaringan atau verifikasi usia yang berfungsi. Bahkan, sekitar satu per enam dari platform tersebut tidak mencantumkan alamat email publik untuk melaporkan dugaan pelanggaran, padahal hal itu merupakan kewajiban dalam aturan baru.

Grok, alat pencarian berbasis chat milik Elon Musk yang dikembangkan oleh xAI, disebut-sebut belum memiliki sistem verifikasi usia atau filter konten teks. xAI selaku perusahaan induk belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kesiapan mereka.

Baca Juga  Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Menyusui di Bulan Ramadan

Sementara itu, Google menolak berkomentar, dan Apple belum memberikan tanggapan langsung meski pekan lalu menyatakan akan menggunakan metode yang wajar untuk mencegah anak di bawah umur mengunduh aplikasi 18+ di Australia.

Lisa Given, Direktur Centre for Human-AI Information Environments di RMIT University, menilai temuan ini mencerminkan kelalaian industri.

β€œSebagian besar alat ini dirancang tanpa mempertimbangkan potensi bahaya dan kebutuhan kontrol keselamatan. Rasanya masyarakat seperti menjadi bahan uji coba bagi perusahaan-perusahaan tersebut,” ujarnya.

Jennifer Duxbury, kepala kebijakan kelompok industri internet DIGI yang terlibat dalam penyusunan kode AI, menegaskan bahwa meskipun eSafety tengah berupaya memberi pemberitahuan kepada layanan chatbot, setiap perusahaan yang beroperasi di Australia tetap bertanggung jawab penuh untuk memahami dan mematuhi kewajiban hukum mereka. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini