Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Dari Sekolah Hingga Desa, Novita Gaspol Kreativitas dan Zero Sampah di Trenggalek

dari sekolah hingga desa, novita gaspol kreativitas dan zero sampah di trenggalek
Novita Hardini

Trenggalek, Sinata.id – Komitmen Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VII, Novita Hardini, dalam mendorong pemberdayaan masyarakat kembali terlihat lewat rangkaian kunjungannya di Trenggalek, 12–13 Februari 2026.

Dari ruang kelas hingga kelompok tani perempuan, ia menggerakkan semangat kemandirian ekonomi berbasis kreativitas, digitalisasi, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Advertisement

Di SMAN 1 Munjungan, Kecamatan Munjungan, suasana dialog berlangsung hangat dan penuh antusias. Di hadapan para siswa, politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan bahwa sekolah harus mampu menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Menurutnya, masa depan tak lagi bertumpu pada sektor formal semata. Industri kreatif seperti gim, film, animasi, hingga pemasaran digital membuka peluang besar bagi generasi Z untuk berkarya sekaligus mandiri secara ekonomi.

Ia menekankan, ekosistem kreatif tak hanya membutuhkan sosok di depan layar, tetapi juga talenta di balik layar—penulis, editor, animator, hingga kreator berbasis literasi dan teknologi.

Karena itu, sekolah didorong menghadirkan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti teater, koding, dan pelatihan kreatif digital.

Baca Juga  Letjen Yudi Abrimantyo Lepas Jabatan Kabais TNI, Ini Profil dan Rekam Jejaknya

Bagi Novita, ruang-ruang kreatif tersebut bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan investasi masa depan. Semakin dini generasi muda membangun pengalaman dan keterampilan, semakin kuat daya saing mereka di tengah perubahan industri.

Pesan pemberdayaan itu berlanjut saat ia bertemu Guru PPG Non Sertifikasi di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan. Dalam dialog tersebut, para guru menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan dan kepastian status.

Novita menyatakan bahwa perjuangan peningkatan kesejahteraan guru tetap harus ditempuh melalui jalur kebijakan nasional. Namun, sembari menunggu proses tersebut, ia menawarkan solusi taktis berupa inkubasi UMKM serta peluang menjadi affiliate dan konten kreator guna menambah penghasilan.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan kementerian bidang UMKM dan ekonomi kreatif, ia menilai transformasi digital telah membuka akses usaha tanpa batas geografis. Guru, menurutnya, dapat memanfaatkan platform digital secara produktif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Baca Juga  Keracunan MBG Terulang di Sejumlah Daerah, DPR Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Meski menyambut baik peluang inkubasi UMKM, para guru tetap berharap adanya kejelasan kebijakan di tingkat pusat. Menanggapi hal itu, Novita berkomitmen mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi lintas komisi di DPR RI.

Sehari berselang, Jumat (13/2/2026), langkah pemberdayaan berlanjut di Desa Jambu, Kecamatan Tugu. Dalam kunjungan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar, Novita menguatkan peran perempuan sebagai motor ketahanan pangan sekaligus penggerak solusi lingkungan melalui Program Perempuan SARINAH (Selesaikan Masalah Sampah Organik dan Limbah).

Di hadapan para anggota KWT, ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Ketahanan pangan, lingkungan, dan perempuan, menurutnya, harus dibangun tanpa mengorbankan masa depan generasi mendatang.

Melalui program tersebut, KWT didorong menjadi pelopor pengolahan sampah organik rumah tangga, limbah dapur SPPG, hingga limbah produksi menjadi pupuk organik. Langkah ini dinilai mampu menjawab persoalan mahalnya pupuk sekaligus menekan volume sampah.

Baca Juga  Prabowo Bangun Rusun di Senen, Lahan Negara yang Dikuasai Akan Direbut

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan minyak jelantah dan pemilahan sampah secara sistematis agar tidak lagi dibakar atau dibuang sembarangan. Targetnya jelas: Trenggalek menuju zero sampah dan pembangunan rendah emisi.

Sebelumnya, Novita juga mengunjungi KWT Desa Munjungan untuk mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos sebagai solusi atas kelangkaan pupuk. Ia mengajak perempuan memaksimalkan lahan pekarangan untuk menanam sayur dan buah demi menekan biaya hidup keluarga.

Baginya, perempuan bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan subjek utama yang mampu menggerakkan ketahanan pangan dari rumah sekaligus menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Dari generasi muda di bangku sekolah, guru di desa, hingga perempuan tani di pelosok, benang merah yang dibawa Novita jelas: kreativitas dan keberdayaan adalah kunci. Dengan akses, pendampingan, dan keberanian memulai, masyarakat Trenggalek diyakini mampu tumbuh lebih mandiri—baik secara ekonomi maupun lingkungan. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini