Info Market CPO
๐Ÿ—“ Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K โ€ข 0.5K โ€ข 0.2K โ€ข 2.6K โ€ขDMI โ€ข DMI โ€ข LOCO PARINDU โ€ข FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K ยท DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K ยท LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K ยท FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
๐Ÿ‘ฅSumber: Internal Market CPO
Model
Simalungun

Bangkai Satwa di Simalungun Dipastikan Macan Akar

bangkai satwa di simalungun dipastikan macan akar
Temuan Bangkai Satwa di Girsang Bukan Harimau Sumatra.

Simalungun, Sinata.id โ€“ Bangkai satwa liar yang ditemukan warga Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dipastikan bukan Harimau Sumatra, melainkan macan akar.

Kepastian tersebut disampaikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara setelah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi temuan.

Advertisement

Temuan bangkai satwa itu sebelumnya menghebohkan masyarakat setempat pada Minggu (25/1/2026) dan memicu kekhawatiran karena diduga sebagai Harimau Sumatra. Informasi tersebut sempat menyebar luas melalui media sosial dan percakapan warga.

Menindaklanjuti informasi yang beredar, Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Sijabat bersama Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan serta tim BKSDA Sumatera Utara melakukan pengecekan lapangan pada Senin hingga Selasa (26โ€“27/1/2026).

Baca Juga  Barang Bukti Melimpah, Hakim PN Simalungun Vonis Surya Pandiangan Cuma 6,5 Tahun

Tim melakukan pemeriksaan fisik terhadap bangkai satwa serta menyisir area sekitar lokasi penemuan untuk mencari kemungkinan jejak Harimau Sumatra.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II Pematangsiantar BKSDA Sumatera Utara, Elvina Rosinta Dewi Simanjuntak, menyampaikan bahwa hasil identifikasi menunjukkan satwa tersebut adalah macan akar.

Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan ciri fisik, ukuran tubuh, dan pola bulu yang berbeda secara signifikan dengan Harimau Sumatra.

Selain itu, tim BKSDA juga tidak menemukan jejak kaki Harimau Sumatra dalam radius sekitar 500 meter dari lokasi penemuan bangkai. Hal tersebut memperkuat kesimpulan bahwa tidak terdapat indikasi keberadaan Harimau Sumatra di kawasan tersebut.

Elvina menjelaskan bahwa meskipun macan akar merupakan satwa liar yang dilindungi dan hidup di kawasan hutan, ukurannya lebih kecil dibandingkan Harimau Sumatra dan tidak menimbulkan ancaman yang sama terhadap keselamatan manusia. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.

Baca Juga  Setelah Pembahasan Alot, DPRD Simalungun Setujui R-APBD 2026

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa liar dengan tidak melakukan perburuan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatra.

Sementara itu, Kapolsek Parapat AKP Mantho Pandiangan menyatakan bahwa hasil penyisiran yang dilakukan bersama warga tidak menemukan adanya jejak Harimau Sumatra.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap berkoordinasi dengan BKSDA untuk memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut tetap terkendali.

Camat Girsang Sipangan Bolon Viktor Sijabat turut menegaskan hasil identifikasi BKSDA bahwa bangkai satwa yang ditemukan adalah macan akar.

Ia menyebutkan bahwa pihak kecamatan, kepolisian, dan BKSDA telah melakukan pemeriksaan dan pencarian jejak secara bersama-sama tanpa menemukan tanda keberadaan Harimau Sumatra.

Baca Juga  Pemkab Simalungun Siap Hadapi Pemeriksaan Interim BPK

Viktor mengimbau masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan aparat berwenang apabila menemukan bukti baru yang mengarah pada keberadaan Harimau Sumatra. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini