Pematangsiantar, Sinata.id – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pematangsiantar menyampaikan kecaman keras atas dugaan aksi pengeroyokan yang menimpa salah satu peserta didiknya, SSD. Insiden memilukan itu dilaporkan terjadi Minggu (27/1/2026).
Wali kelas SSD, Dolfrie Saragih, mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas kejadian itu saat ditemui pada Selasa (27/1/2026). Ia menilai tindakan warga sangat disayangkan karena korban langsung dicap sebagai pelaku kejahatan tanpa memahami kondisi dan latar belakangnya.
“Kami sangat sedih. Anak didik kami dituduh mencuri hingga mengalami kekerasan. Seharusnya masyarakat mencari tahu dulu siapa dia dan bagaimana kondisinya,” ujar Dolfrie.
Dolfrie menambahkan, kondisi SSD sebagai penyandang disabilitas sebenarnya mudah dikenali bahkan sejak pertemuan pertama. Menurutnya, SSD dikenal sebagai anak yang ramah, mudah bergaul, dan senang menyapa siapa pun.
Dalam kegiatan belajar mengajar, SSD juga dikenal sangat rajin. Ia bahkan kerap meminta tambahan tugas rumah kepada gurunya.
“Dia justru tidak senang kalau tidak diberi PR. Kalau tidak ada PR, dia bisa marah karena memang suka belajar,” ungkap Dolfrie.
Selain tekun belajar, SSD juga memiliki kepribadian ceria dan menyukai seni. Ia gemar menari dan bernyanyi, senang bersosialisasi, serta penyayang terhadap anak-anak yang lebih kecil. Saat kegiatan senam di sekolah, SSD sering dengan antusias mengambil peran sebagai instruktur.
“Kalau senam, dia selalu ingin memimpin di depan,” tambahnya.
Keseharian SSD di sekolah juga diwarnai kebiasaan positif lainnya, seperti mengajak teman-temannya bermain bersama, berbagi bekal makanan, hingga mengajak jajan.
Pihak SLB Negeri Pematangsiantar mengaku sangat terpukul atas kekerasan yang dialami siswanya. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dengan mempertimbangkan kondisi korban sebagai anak berkebutuhan khusus serta memastikan perlindungan hukum yang layak.
Diketahui, peristiwa itu bermula ketika SSD sedang bermain dengan sejumlah anak di sekitar Jalan Melur. Tiba-tiba, ia diteriaki sebagai penculik anak oleh seseorang. Tuduhan tersebut memicu kemarahan warga hingga berujung pada aksi pengeroyokan.
Akibat kejadian itu, SSD mengalami luka lebam di wajah serta cedera pada tangan dan kaki. Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di Ruang Dahlia RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini