Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Kemurahan (atau sering disebut sebagai grace atau kasih karunia) adalah salah satu sifat Allah yang paling indah. Secara sederhana, kemurahan adalah kasih karunia Tuhan di mana Dia memberikan kebaikan, pengampunan, dan berkat yang sebenarnya tidak layak kita terima, serta menahan murka-Nya yang seharusnya kita terima.
Dalam teologi Kristen, kemurahan (mercy) dan kasih karunia (grace) adalah dua sisi dari satu koin yang sama:
Kemurahan (Mercy): Tuhan tidak menghukum kita sebagaimana mestinya akibat dosa kita.
Kasih Karunia (Grace): Tuhan memberikan kita kasih dan keselamatan yang tidak bisa kita usahakan sendiri.
Berikut adalah penjelasan mengenai kemurahan sebagai kasih karunia Tuhan, yang berakar kuat dalam Firman Tuhan:
1. Sumber Keselamatan, Bukan Hasil Usaha Manusia
Alkitab menegaskan bahwa keselamatan manusia sepenuhnya adalah inisiatif dan pemberian gratis dari Allah melalui kasih karunia-Nya. Kita tidak bisa membeli atau mengusahakan keselamatan dengan kebaikan kita sendiri.
Efesus 2:8-9
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Titus 3:5
“Pada waktu itu Ia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan kebaikan yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.”
2. Diberikan Saat Kita Masih Berdosa
Kemurahan Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna terlebih dahulu. Kasih karunia justru dinyatakan saat manusia berada di titik paling tidak layak.
Roma 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
3. Selalu Baru Setiap Hari
Kemurahan Tuhan tidak ada habisnya. Ketika kita gagal atau jatuh, kasih karunia-Nya selalu menyediakan kesempatan untuk berbalik dan dipulihkan. Tuhan tidak pernah kehabisan belas kasihan bagi orang yang berseru kepada-Nya.
Ratapan 3:22-23
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”
4. Takhta Kasih Karunia sebagai Tempat Perlindungan
Karena kemurahan-Nya yang besar, kita tidak perlu takut atau menjauh dari Tuhan saat kita lemah atau melakukan kesalahan. Sebaliknya, kita diundang untuk mendekat kepada-Nya untuk mendapatkan pertolongan.
Ibrani 4:16
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”
Kesimpulan:
Kemurahan Tuhan adalah bukti nyata bahwa Dia adalah Allah yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia (Mazmur 103:8). Kasih karunia ini bukan menjadi alasan bagi kita untuk sengaja berbuat dosa, melainkan sebuah anugerah yang memerdekakan kita dari rasa bersalah dan memampukan kita untuk hidup bagi kemuliaan-Nya.
Kemurahan Tuhan tidak pernah berakhir. Saat manusia terbatas dan lemah, kasih karunia-Nya tetap bekerja memulihkan, menguatkan, dan memberi harapan baru setiap hari. (A27)
Doa dan harapan saya semoga semua baik dan sehat selalu cp konseling Pdt Manser sagala MTh gembala sidang Gereja Kemenangan Iman Indonesia GKII Pekanbaru Riau 0811762709.
Manna Ministry










Jadilah yang pertama berkomentar di sini