Jakarta, Sinata.id β Menteri Kesehatan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia.
Meski demikian, ia menekankan bahwa peluang kesembuhan pasien dapat mencapai 90 persen jika penyakit tersebut terdeteksi sejak stadium awal.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Budi menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi medis saat ini sangat efektif jika intervensi dilakukan sedini mungkin.
βIni khusus untuk wanita. Karena ini pembunuh nomor satu di kanker. Dengan teknologi sekarang, yang wanita kalau kanker payudara ketahuan stadium satu, itu 90 persen bisa disembuhkan,β ujar Budi.
Sebaliknya, Menkes memperingatkan risiko fatal jika deteksi baru dilakukan pada fase lanjut.
Dia menyebutkan bahwa keterlambatan penanganan pada stadium tiga memiliki tingkat mortalitas yang sangat tinggi.
βTapi kalau ketahuan stadium tiga, 90 persen itu wafat,β ujarnya.
Budi menilai kendala utama penanganan kanker di Indonesia adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tanpa adanya gejala fisik yang nyata.
Menurutnya, strategi paling efektif adalah pemeriksaan dini sebelum muncul benjolan.
βSehingga strategi kanker sebenarnya sederhana, temukan sedini mungkin dan obati. Cuma orang-orang kita itu kalau nggak benjol duluan, dia nggak mau periksa,β katanya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjalankan proyek percontohan (pilot project) skrining kanker payudara di tingkat puskesmas dengan menggunakan teknologi ultrasonografi (USG).
Dari total 20.000 orang yang diperiksa dalam proyek tersebut, tercatat sebanyak 1.400 orang terdiagnosa kanker.
Budi menegaskan bahwa tanpa adanya deteksi dini dan intervensi medis segera, 1.400 perempuan tersebut dipastikan berada dalam risiko kematian.
βNah, ini bayangkan yang di abnormal baru 20.000. Kalau kita nanti masifkan, kemudian kita ikuti. Nah itu saya rasa bisa menyelamatkan banyak nyawa untuk wanita-wanita kita ya. Karena ini pembunuh nomor satu untuk cancer,β pungkasnya. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini