Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Fauzi Damanik Berjuang Lestarikan Seni Bela Diri Dihar Simalungun

di tengah menjamurnya budaya modern, sebuah seni bela diri khas simalungun, dihar, nyaris terlupakan. minat generasi muda terhadap warisan leluhur ini kian memudar. sehingga perlu untuk dilestarikan.
Latihan dihar

Pematangsiantar, Sinata.id – Di tengah menjamurnya budaya modern, sebuah seni bela diri khas Simalungun, dihar, nyaris terlupakan. Minat generasi muda terhadap warisan leluhur ini kian memudar. Sehingga perlu untuk dilestarikan.

Namun, semangat seorang pemuda 21 tahun, Fauzi Damanik, membawa  harapan baru untuk menghidupkan kembali dihar. Sementara dihar adalah seni bela diri yang merupakan warisan budaya Simalungun.

Advertisement

Hingga saat ini, Fauzi tetap setia melatih anak-anak belajar seni bela diri dihar. Biasanya latihan digelar dua kali dalam sepekan. Latihan setiap Rabu dilakukan di Jalan SM Raja, dan Sabtu di Monumen Sangnaualuh, pukul 15.00 WIB.

Motivasi Fauzi cukup sederhana untuk itu. Ia ingin melestarikan budaya Simalungun. “Tugas kita untuk melestarikan. Karena banyak yang tidak mengenal dihar ini,” ujar mahasiswa USI tersebut, Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga  Kementerian Imipas Dinilai Tebang Pilih, Pengiriman WBP ke Nusakambangan Picu Kontroversi

Keprihatinannya akan punahnya silat khas Simalungun ini mendorongnya untuk menumbuhkan semangat anak muda. Ia menggeluti dihar sejak masih duduk di bangku kelas 5 SD.

“Sudah menggeluti dari anak-anak kelas V SD. Dulu saya belajar di Sanggar Sayur Matua, di Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahean,” ucap Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil tersebut.

Saat ini, Fauzi aktif tergabung dalam Sanggar Sigara Dancer yang konsen melatih keluarga besar Tumpuan Damanik Boru Panogolan (TDBP) Siantar Simalungun. Di sanggar inilah, ia dan para peserta lain secara rutin melaksanakan latihan.

Fauzi menjelaskan, dihar memiliki kekhasan dalam tekniknya, yang terdiri dari dua belas langkah. Ia meyakini, dengan ketekunan, ilmu bela diri ini dapat dikuasai dalam waktu yang lumayan singkat.

Baca Juga  Uang Hasil Jual HP Curian Buat Beli Sabu, 2 Pemuda Dibekuk Polsek Siantar Martoba

“Kalau ulet untuk mengikuti latihannya, dalam waktu kurang lebih satu setengah tahun sudah bisa menguasai semua teknik Dihar,” kata Pria asal Nagori Dolok itu. (SN14).

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini