Info Market CPO
πŸ—“ Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Mentan Ungkap Dugaan Proyek Fiktif Rp 5 Miliar yang Seret Nama Pengamat Pertanian

menteri pertanian andi amran sulaiman membeberkan dugaan adanya proyek fiktif senilai rp 5 miliar di lingkungan kementan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan dugaan adanya proyek fiktif senilai Rp 5 miliar di lingkungan Kementan.

Jakarta, Sinata.id β€” Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membeberkan dugaan adanya proyek fiktif senilai Rp 5 miliar di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam pernyataannya, Amran menyebut proyek tersebut melibatkan seorang pengamat pertanian yang selama ini dikenal sering melontarkan kritik terhadap kinerja sektor pertanian nasional.

Proyek Fiktif di Kementan

Tanpa menyebutkan nama, Amran mengungkapkan bahwa sosok pengamat itu kerap menyampaikan kritik yang menurutnya tidak membangun, bahkan beberapa kali menyajikan data yang dinilai tidak akurat.

Advertisement

β€œDari dulu sudah sering mengkritik, tapi setelah kami telusuri, ternyata sebagian besar kritik yang disampaikan tidak konstruktif dan banyak datanya keliru,” ujar Amran, Kamis 18 April.

Baca Juga  Komisi III DPR Gelar RDPU Kasus Amsal Sitepu, Soroti Dugaan Ketidakadilan Hukum

Pihak Kementan, lanjut Amran, melakukan investigasi internal yang kemudian mengungkap adanya proyek yang tidak terealisasi sesuai rencana. Temuan itu memperlihatkan bahwa sebagian besar kegiatan dalam proyek tersebut tidak dijalankan, dengan indikasi kuat penggunaan dokumen dan tanda tangan palsu.

β€œBarang-barang hasil pengadaan tidak digunakan, dan ada juga tanda tangan fiktif. Ini sangat merugikan negara, dengan potensi kerugian mencapai Rp 5 miliar,” jelasnya.

Amran menyebut keterlibatan pengamat dalam praktik tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara. Ia pun menegaskan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke aparat penegak hukum untuk proses lebih lanjut.

Meski tidak mengungkap identitas pihak terkait, Amran menekankan bahwa Kementan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan, selama hal itu tidak mengarah pada tindakan merugikan negara.

Baca Juga  Kementan Genjot Hilirisasi, Fokus 7 Komoditas Unggulan

β€œKritik sah-sah saja, tapi jangan sampai menyalahgunakan posisi atau peran untuk kepentingan pribadi. Siapapun yang bermain di sektor pertanian, baik pegawai maupun pihak luar seperti pengamat, kalau terbukti melanggar, pasti kami tindak. Bahkan kalau itu anak saya sendiri yang melanggar, tetap saya pecat,” tegasnya.

Amran menyampaikan komitmennya untuk membersihkan Kementan dari segala praktik yang mencederai kepercayaan publik serta memastikan transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas utama. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini