Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

6 Kecelakaan Kapal Beruntun Terjadi di Papua, Sejumlah Penumpang Masih Hilang di Laut

6 kecelakaan kapal beruntun terjadi di papua, sejumlah penumpang masih hilang di laut
Enam kecelakaan kapal laut terjadi di perairan Papua akibat cuaca ekstrem. Sejumlah penumpang masih dinyatakan hilang dan pencarian oleh tim SAR terus berlangsung. (Ist)

Papua, Sinata.id — Rentetan kecelakaan kapal laut akibat cuaca ekstrem mengguncang perairan Papua sepanjang Januari 2026. Sedikitnya enam insiden kecelakaan kapal dilaporkan terjadi di sejumlah titik laut Papua, memicu kepanikan dan meninggalkan sejumlah penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kecelakaan tersebut melibatkan berbagai jenis kapal, mulai dari perahu motor hingga kapal angkut penumpang, yang rata-rata mengalami musibah saat gelombang tinggi dan angin kencang melanda perairan. Beberapa kapal dilaporkan terbalik, sementara lainnya tenggelam setelah dihantam ombak besar di tengah laut.

Advertisement

Dalam salah satu insiden, kapal yang membawa penumpang antarpulau dilaporkan kehilangan kendali akibat cuaca buruk, sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Sejumlah penumpang berhasil diselamatkan, namun beberapa lainnya masih belum ditemukan, meski upaya pencarian telah berlangsung berhari-hari.

Baca Juga  Nama Ilal Mahdi Nasution Disorot Tajam di Sidang Penipuan CPNS Rp220 Juta

“Cuaca di lokasi sangat tidak bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang menyulitkan proses pencarian,” ujar salah satu petugas SAR yang terlibat dalam operasi evakuasi, dikutip Jumat (23/1/2026).

Enam kecelakaan tersebut terjadi di wilayah perairan yang berbeda, namun memiliki pola serupa: kapal berlayar di tengah kondisi laut ekstrem. Dalam beberapa kasus, kapal nekat melanjutkan perjalanan meski peringatan cuaca telah dikeluarkan, karena jalur laut menjadi satu-satunya akses transportasi masyarakat setempat.

Hingga saat ini, jumlah pasti korban hilang belum diumumkan secara final, namun laporan sementara menyebut masih ada penumpang yang belum ditemukan dari beberapa insiden kecelakaan tersebut. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran laut, meski harus berhadapan dengan jarak pandang terbatas dan arus laut yang kuat.

Baca Juga  Kapal Wisata Labuan Bajo Kecelakaan, Empat Penumpang Tenggelam di Selat Padar

Badan terkait menegaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor dominan dalam seluruh kejadian ini. Gelombang tinggi yang datang tiba-tiba serta perubahan arah angin secara cepat membuat kapal kecil dan menengah sangat rentan mengalami kecelakaan. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini