Papua, Sinata.id — Rentetan kecelakaan kapal laut akibat cuaca ekstrem mengguncang perairan Papua sepanjang Januari 2026. Sedikitnya enam insiden kecelakaan kapal dilaporkan terjadi di sejumlah titik laut Papua, memicu kepanikan dan meninggalkan sejumlah penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Kecelakaan tersebut melibatkan berbagai jenis kapal, mulai dari perahu motor hingga kapal angkut penumpang, yang rata-rata mengalami musibah saat gelombang tinggi dan angin kencang melanda perairan. Beberapa kapal dilaporkan terbalik, sementara lainnya tenggelam setelah dihantam ombak besar di tengah laut.
Dalam salah satu insiden, kapal yang membawa penumpang antarpulau dilaporkan kehilangan kendali akibat cuaca buruk, sebelum akhirnya mengalami kecelakaan. Sejumlah penumpang berhasil diselamatkan, namun beberapa lainnya masih belum ditemukan, meski upaya pencarian telah berlangsung berhari-hari.
“Cuaca di lokasi sangat tidak bersahabat. Gelombang tinggi dan angin kencang menyulitkan proses pencarian,” ujar salah satu petugas SAR yang terlibat dalam operasi evakuasi, dikutip Jumat (23/1/2026).
Enam kecelakaan tersebut terjadi di wilayah perairan yang berbeda, namun memiliki pola serupa: kapal berlayar di tengah kondisi laut ekstrem. Dalam beberapa kasus, kapal nekat melanjutkan perjalanan meski peringatan cuaca telah dikeluarkan, karena jalur laut menjadi satu-satunya akses transportasi masyarakat setempat.
Hingga saat ini, jumlah pasti korban hilang belum diumumkan secara final, namun laporan sementara menyebut masih ada penumpang yang belum ditemukan dari beberapa insiden kecelakaan tersebut. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran laut, meski harus berhadapan dengan jarak pandang terbatas dan arus laut yang kuat.
Badan terkait menegaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor dominan dalam seluruh kejadian ini. Gelombang tinggi yang datang tiba-tiba serta perubahan arah angin secara cepat membuat kapal kecil dan menengah sangat rentan mengalami kecelakaan. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini