Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

101.786 Guru Madrasah dan Agama Lulus PPG 2025, Kemenag Naikkan Tunjangan hingga Rp2 Juta

menjelang hari guru nasional 2025, kemenag mengumumkan 101.786 guru madrasah dan pendidikan agama lulus ppg dalam jabatan.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar. (Ist)

Sinata.id – Menjelang peringatan Hari Guru Nasional, Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan kabar gembira bagi para pendidik agama. Sebanyak 101.786 guru madrasah dan guru pendidikan agama di berbagai sekolah dinyatakan resmi lulus Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Angkatan 3 Tahun 2025.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di Jakarta, Rabu (12/11/2025). Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti nyata komitmen negara untuk memuliakan profesi guru, terutama para pengajar agama yang berjuang di tengah berbagai keterbatasan.

Advertisement

“Guru adalah pahlawan masa kini. Mereka tidak berperang di medan laga, tetapi di ruang kelas, menanamkan nilai, membentuk karakter, dan mencerdaskan bangsa,” ujar Nasaruddin.

Dari total lulusan, 68.601 di antaranya merupakan guru Pendidikan Agama Islam, disusul 18.990 guru madrasah, 7.436 guru Kristen, 4.250 guru Katolik, 2.369 guru Hindu, dan 140 guru Buddha.

Baca Juga  Bahasa Agama Dinilai Paling Efektif, Menag Ajak Umat Bangkit Jaga Bum

Baca Juga: Kecam Perilaku Gus Elham Yahya, PBNU Bentuk Satuan Tugas SAKA Jaga Marwah Dakwah Islam

Nasaruddin menegaskan bahwa kelulusan massal ini menjadi momentum penting bagi peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan tenaga pendidik agama di Indonesia. Para lulusan PPG akan menerima sertifikat profesi dan Nomor Registrasi Guru (NRG) sebagai syarat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) mulai tahun depan.

Bagi guru ASN, tunjangan diberikan sebesar satu kali gaji pokok per bulan. Sementara guru Non-ASN akan menerima tunjangan Rp2 juta per bulan—naik dari sebelumnya Rp1,5 juta.

“Kenaikan ini bukan sekadar angka, tapi wujud perhatian nyata pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Kemenag akan terus memperjuangkan hak-hak pendidik, terutama para guru agama yang menjaga moral bangsa,” tegasnya.

Baca Juga  Menag Nasaruddin Diserang Hoaks soal Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi antara Kemenag, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), pemerintah daerah, serta lembaga pendukung seperti Baznas.

“Tahun ini memang ada kebijakan efisiensi anggaran, tapi Kemenag tetap memprioritaskan penyelesaian PPG Dalam Jabatan bagi guru agama,” kata Amien.

Ia juga memastikan, tahun depan fokus utama Kemenag adalah memperkuat pembinaan dan pelatihan berkelanjutan agar sertifikasi guru benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran agama di sekolah.

Program Strategis Nasional

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam sekaligus Ketua Panitia Nasional PPG, M. Munir, menyebut PPG Dalam Jabatan sebagai program strategis nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Baca Juga  Khalid Basalamah Kembalikan Uang Terkait Korupsi, KPK Tetap Dalami Kasus Kuota Haji

Menurutnya, capaian kelulusan tahun ini merupakan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Lebih dari seratus ribu guru yang lulus bukan hanya statistik. Ini simbol kehadiran negara dalam memuliakan profesi guru agama—penjaga nilai, pembentuk akhlak, dan penerus semangat juang bangsa,” ungkap Munir.

Momentum Hari Guru Nasional

Kemenag berharap pengumuman ini menjadi kado istimewa menjelang Hari Guru Nasional 25 November mendatang.

Pemerintah menilai profesi guru, khususnya guru agama, memiliki peran vital dalam membentuk generasi berakhlak dan berkarakter di tengah tantangan zaman digital.

“Guru adalah lentera peradaban. Tanpa mereka, bangsa ini akan kehilangan arah nilai,” tutup Nasaruddin. [a46]


penulis: zainal efendi
sumber: kementerian agama

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini