Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

WHO Peringatkan Dunia, Sirup Obat Batuk Beracun India Tewaskan 20 Anak

who peringatkan dunia, sirup obat batuk beracun india tewaskan 20 anak
Pemilik perusahaan dan sirup obat batuk yang terkontaminasi beracun. ist

India, Sinata.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyuarakan alarm global terhadap celah regulasi keamanan obat di India. Peringatan ini dikeluarkan menyusul kematian sedikitnya 20 anak yang diyakini akibat mengkonsumsi sirup obat batuk yang terkontaminasi zat beracun.

Tragedi yang dilaporkan terjadi di negara bagian Madhya Pradesh dan Rajasthan ini mendorong otoritas India bertindak cepat. Pemilik perusahaan farmasi produsen sirup yang diduga terkait telah ditangkap, produksi dihentikan, dan penyelidikan menyeluruh diluncurkan.

Advertisement

WHO memperingatkan bahwa obat-obatan berbahaya ini, yang terkait dengan tiga merek sirup batuk, berpotensi menyebar ke negara lain melalui saluran distribusi yang tidak teregulasi. Ketiga merek tersebut—Coldrif, Respifresh, dan ReLife—ditemukan mengandung dietilen glikol (DEG), zat kimia beracun yang umum digunakan dalam pelarut industri.

Baca Juga  IRGC Kirim Sinyal Perang Panjang: Iran Klaim Siap Hadapi AS–Israel Berbulan-bulan

Penyelidikan mengungkap kondisi manufaktur yang sangat memprihatinkan. Inspeksi di Sresan Pharmaceuticals, salah satu produsennya, menemukan 364 pelanggaran aturan, dengan 39 di antaranya dikategorikan “sangat serius.”

Laporan inspeksi menggambarkan kondisi yang jauh dari standar. Di antaranya: penggunaan staf yang kurang berkualitas, peralatan dan air di bawah standar, tidak adanya pengendalian hama, pembuangan limbah tanpa proses pemurnian dan penyimpanan air produksi dan produk jadi yang tidak higienis.

Tindakan Hukum dan Larangan

Sebagai respons, banyak negara bagian di India telah melarang ketiga sirup tersebut. Beberapa daerah bahkan memberlakukan larangan semua sirup batuk untuk anak di bawah usia dua tahun.

Tindakan hukum pun dijalankan. Otoritas menangkap G Ranganathan (73), pemilik Sresan Pharmaceuticals, dan mencabut lisensi perusahaannya secara permanen. Seorang dokter yang meresepkan sirup Coldrif, Praveen Soni, juga ditangkap atas dugaan kelalaian.

Baca Juga  Diancam Trump, Presiden Kolombia Pasang Badan

Ini bukan pertama kalinya sirup buatan India menjadi sorotan. Pada tahun 2023, produk serupa yang terkontaminasi DEG dari India telah dikaitkan dengan kematian 70 anak di Gambia dan 18 anak di Uzbekistan, memperkuat kekhawatiran akan keamanan produk farmasi dari negara tersebut. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini