Medan, Sinata.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan ketersediaan cadangan beras untuk penanganan darurat bencana alam mencukupi.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 16 kabupaten/kota mengajukan kebutuhan total 2.268 ton beras, dan stok di Perum Bulog kantor wilayah Sumut siap disalurkan.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumut,Surya, didampingi Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, di Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut, Senin (1/12) sore. “Ternyata cadangan pangan, khususnya beras Bulog, sangat cukup,” ujar Wagub Surya.
Ia menyampaikan bahwa penyaluran akan segera dilaksanakan berdasarkan data resmi dari pemerintah daerah masing-masing untuk memastikan ketepatan sasaran.
“Kita minta data dari kabupaten/kota untuk memastikan beras didistribusikan kepada warga yang benar-benar terdampak,” tegas Wagub Surya.
Dukungan juga datang dari Perum Bulog. Budi Cahyanto menegaskan kesiapan instansinya untuk menyalurkan beras kapan pun diperintahkan.
“Beras kita sudah siap. Tugas kami hanya menunggu perintah dari pemerintah untuk menyalurkannya, karena stok untuk para korban bencana alam sangat mencukupi,” jelasnya.
Wagub Surya kembali menegaskan bahwa kondisi stok beras di Sumut aman. Pernyataan ini sekaligus mengonfirmasi kesiapan logistik pemerintah daerah dalam menghadapi masa tanggap darurat pasca-bencana yang melanda sejumlah wilayah.
290 Meninggal dan 154 Hilang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat 290 orang meninggal dunia dan 154 orang hilang akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah ini.
Data ini berdasarkan laporan terbaru yang diterima pada Selasa (2/12/2025) pukul 08.00 WIB.Bencana tersebut mengakibatkan korban tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumut.
Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 86 tewas dan 85 hilang, diikuti Kabupaten Tapanuli Selatan yang melaporkan 79 korban meninggal dan 38 hilang.
Selain itu, sebanyak 614 orang dilaporkan luka-luka. Total warga terdampak mencapai 1.669.996 orang, sementara jumlah pengungsi saat ini mencapai 538.792 jiwa.
Berikut sebaran korban tewas dan hilang lainnya:
Kota Sibolga dengan 47 tewas dan 12 hilang
Kabupaten Tapanuli Utara 32 tewas dan 17 hilang
Kabupaten Deli Serdang 16 tewas
Kabupaten Langkat 11 tewas
Kabupaten Humbang Hasundutan 8 tewas dan 2 hilang
Kota Medan 7 tewas
Kabupaten Pakpak Bharat 2 tewas
Kota Padangsidimpuan 1 tewas, serta
Kabupaten Nias 1 tewas. (*)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini