Pematangsiantar, Sinata.id – Nama kreator konten Willie Salim menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial tuduhan bahwa dirinya melakukan giveaway settingan kepada para pengikutnya.
Isu tersebut langsung ditanggapi Willie melalui pernyataan resmi yang disampaikan lewat unggahan Instagram Story.
Dalam klarifikasinya, Willie menyebut bahwa di dunia media sosial berbagai persepsi dapat muncul. Ia mengaku siap menjadikan polemik ini sebagai bahan pembelajaran ke depan.
“Di dunia konten, ada yang namanya storytelling, dramatization, dan reenactment. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan untuk menipu atau merugikan siapa pun,” ujar Willie, dikutip Minggu (25/1/2026).
Baca juga:Viral Manusia Silver Jadi Model Profesional, Transformasi Mike Octavian Gegerkan Media Sosial
Willie menjelaskan bahwa dirinya jarang menanggapi isu yang beredar di media sosial. Namun, khusus untuk tuduhan giveaway settingan, ia merasa perlu angkat bicara guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
“Satu prinsip yang aku pegang, aku tidak pernah berniat membohongi soal hadiah atau merugikan orang. Kalau dalam perjalanannya ada perbedaan antara yang disampaikan di konten dan yang terjadi di lapangan, itu menjadi bahan evaluasi buat aku,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah konten yang kembali dipersoalkan warganet merupakan konten lama yang dibuat pada 2023. Menurut Willie, karya-karya tersebut adalah bagian dari proses pembelajarannya sebagai kreator konten.
Di sisi lain, Willie mengaku terbuka terhadap kritik dari publik. Namun, ia mengingatkan adanya batas yang tidak seharusnya dilampaui, terutama ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan mendatangi rumah seseorang hingga menimbulkan rasa terancam.
“Ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata yang membuat orang merasa tidak aman di ruang hidupnya sendiri, itu bukan lagi kritik, melainkan tindakan yang membahayakan,” tegasnya.
Willie menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, fokus utamanya adalah terus berkarya dengan menghadirkan konten yang menghibur sekaligus memberikan dampak positif melalui kegiatan sosial, bantuan, dan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga:VIRAL! Macan Tutul Jawa Terseok di Hutan Sanggabuana, Diduga Ditembak Pemburu Liar
“Untuk hal-hal yang bersifat sensitif, aku memilih mengikuti proses yang berlaku secara profesional,” imbuhnya.
Sebelumnya, isu ini mencuat setelah sejumlah konten lama Willie kembali beredar dan memicu tudingan bahwa giveaway yang ditampilkan tidak sepenuhnya berlangsung secara spontan. Beberapa pihak bahkan mengklaim pernah menerima uang dari Willie, namun nominalnya disebut tidak sesuai dengan yang disampaikan dalam video.
Sorotan semakin besar setelah seorang pria bernama Risky mengaku pernah terlibat sebagai talent dalam salah satu konten giveaway Willie Salim. Pengakuan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo.
Risky mengklaim dirinya direkrut oleh pihak yang bekerja untuk Willie dan diminta berperan sebagai pengemudi ojek online dalam skenario video. Menurutnya, adegan pertemuan dengan Willie telah diatur sebelumnya agar terlihat terjadi secara kebetulan.
“Menurut saya itu settingan, karena sebelumnya sudah ada perjanjian dengan pihak yang bekerja untuk Willie,” ujar Risky.
Ia juga menyebut bahwa uang yang diterima saat pengambilan gambar harus dikembalikan setelah proses syuting selesai. Pengakuan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet terkait transparansi konten hiburan di media sosial.
Menanggapi hal itu, Willie kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat menipu publik. Ia menilai polemik ini sekaligus menjadi refleksi bagi industri kreator digital tentang batas antara hiburan, rekayasa konten, dan kejujuran kepada audiens.
Kasus ini pun membuka diskusi publik mengenai etika pembuatan konten serta pentingnya keterbukaan agar kepercayaan penonton tetap terjaga di tengah maraknya konten hiburan berbasis media sosial. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini