Karawang, Sinata.id – Jagat media sosial diguncang oleh rekaman memilukan dari jantung hutan Gunung Sanggabuana, Jawa Barat. Seekor macan tutul Jawa, satwa langka kebanggaan Pulau Jawa, tertangkap kamera jebak berjalan tertatih dengan kondisi tubuh mengenaskan. Video itu cepat menyebar, memicu amarah publik dan sorotan tajam terhadap maraknya perburuan liar.
Dalam rekaman yang beredar luas, macan tutul tersebut terlihat pincang parah. Salah satu kakinya nyaris tak berfungsi, sementara tubuhnya tampak kurus dan lemah. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa satwa dilindungi itu menjadi korban tembakan pemburu ilegal yang masih bebas berkeliaran di kawasan hutan.
Rekaman ini bukan sekadar potongan gambar satwa liar. Bagi pegiat konservasi, video tersebut menjadi bukti nyata ancaman serius terhadap keberlangsungan macan tutul Jawa yang populasinya kian terdesak.
“Dari pantauan camera trap, terlihat jelas ada luka serius di bagian kaki depan. Ini membuat macan tutul itu tidak bisa berjalan normal dan hampir pasti kesulitan berburu,” ungkap peneliti Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta, dikutip Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, dalam kondisi seperti itu, peluang satwa untuk bertahan hidup sangat kecil. “Kalau tidak segera ditemukan, ada dua kemungkinan: mati kelaparan di hutan atau kembali menjadi sasaran pemburu,” ujarnya.
Yang membuat publik makin geram, rekaman kamera jebak di kawasan yang sama juga menangkap aktivitas mencurigakan manusia bersenjata. Beberapa individu terlihat membawa senapan, senapan angin bertekanan tinggi, bahkan anjing pemburu. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa perburuan liar di Gunung Sanggabuana bukan insiden tunggal, melainkan praktik yang terus berulang.
Kasus ini pun sampai ke telinga pemerintah daerah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilaporkan bereaksi keras setelah menerima laporan terkait kondisi macan tutul tersebut. Ia memerintahkan langkah cepat, mulai dari pencarian satwa yang terluka hingga penindakan hukum terhadap para pemburu.
“Pak Gubernur sangat marah. Kami diminta segera membuat laporan resmi ke aparat penegak hukum agar para pelaku bisa ditindak tegas,” kata Bernard.
Macan tutul Jawa merupakan predator puncak yang perannya vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Namun tekanan perburuan dan rusaknya habitat membuat satwa ini berada di ambang kepunahan. Satu tembakan saja bisa berarti hilangnya mata rantai penting alam Jawa.
Kini publik menunggu kelanjutan kasus yang sudah telanjur viral ini. Apakah macan tutul itu masih hidup? Siapa pelaku di balik luka yang mengoyak satwa langka tersebut? Di tengah kemarahan warganet, satu hal menjadi sorotan utama: hutan seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa, bukan arena berburu manusia. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini