Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

VIRAL! Macan Tutul Jawa Terseok di Hutan Sanggabuana, Diduga Ditembak Pemburu Liar

viral! macan tutul jawa terseok di hutan sanggabuana, diduga ditembak pemburu liar
Video macan tutul Jawa pincang di Gunung Sanggabuana viral di media sosial. Satwa langka itu diduga ditembak pemburu liar, memicu kemarahan publik dan sorotan keras soal perburuan ilegal. (Ist)

Karawang, Sinata.id – Jagat media sosial diguncang oleh rekaman memilukan dari jantung hutan Gunung Sanggabuana, Jawa Barat. Seekor macan tutul Jawa, satwa langka kebanggaan Pulau Jawa, tertangkap kamera jebak berjalan tertatih dengan kondisi tubuh mengenaskan. Video itu cepat menyebar, memicu amarah publik dan sorotan tajam terhadap maraknya perburuan liar.

Dalam rekaman yang beredar luas, macan tutul tersebut terlihat pincang parah. Salah satu kakinya nyaris tak berfungsi, sementara tubuhnya tampak kurus dan lemah. Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa satwa dilindungi itu menjadi korban tembakan pemburu ilegal yang masih bebas berkeliaran di kawasan hutan.

Advertisement

Rekaman ini bukan sekadar potongan gambar satwa liar. Bagi pegiat konservasi, video tersebut menjadi bukti nyata ancaman serius terhadap keberlangsungan macan tutul Jawa yang populasinya kian terdesak.

Baca Juga  UGM Siapkan 10.000 Kuota Mahasiswa Baru 2026, Tersedia Jalur Reguler dan Internasional

“Dari pantauan camera trap, terlihat jelas ada luka serius di bagian kaki depan. Ini membuat macan tutul itu tidak bisa berjalan normal dan hampir pasti kesulitan berburu,” ungkap peneliti Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), Bernard Triwinarta Wahyu Wiryanta, dikutip Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, dalam kondisi seperti itu, peluang satwa untuk bertahan hidup sangat kecil. “Kalau tidak segera ditemukan, ada dua kemungkinan: mati kelaparan di hutan atau kembali menjadi sasaran pemburu,” ujarnya.

Yang membuat publik makin geram, rekaman kamera jebak di kawasan yang sama juga menangkap aktivitas mencurigakan manusia bersenjata. Beberapa individu terlihat membawa senapan, senapan angin bertekanan tinggi, bahkan anjing pemburu. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa perburuan liar di Gunung Sanggabuana bukan insiden tunggal, melainkan praktik yang terus berulang.

Baca Juga  Barang Mewah Hasil Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni Mulai Dikembalikan

Kasus ini pun sampai ke telinga pemerintah daerah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dilaporkan bereaksi keras setelah menerima laporan terkait kondisi macan tutul tersebut. Ia memerintahkan langkah cepat, mulai dari pencarian satwa yang terluka hingga penindakan hukum terhadap para pemburu.

“Pak Gubernur sangat marah. Kami diminta segera membuat laporan resmi ke aparat penegak hukum agar para pelaku bisa ditindak tegas,” kata Bernard.

Macan tutul Jawa merupakan predator puncak yang perannya vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Namun tekanan perburuan dan rusaknya habitat membuat satwa ini berada di ambang kepunahan. Satu tembakan saja bisa berarti hilangnya mata rantai penting alam Jawa.

Baca Juga  Harga Emas Dunia Menembus Rekor Tertinggi, Apa Sebabnya?

Kini publik menunggu kelanjutan kasus yang sudah telanjur viral ini. Apakah macan tutul itu masih hidup? Siapa pelaku di balik luka yang mengoyak satwa langka tersebut? Di tengah kemarahan warganet, satu hal menjadi sorotan utama: hutan seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa, bukan arena berburu manusia. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini