Washington DC, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi memberhentikan Jaksa Agung Pam Bondi dari jabatannya sebagai pejabat penegak hukum tertinggi di AS.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya. Dalam pernyataannya, Trump tetap memuji kinerja Bondi dan menyebut ia akan melanjutkan karier di sektor swasta.
“Dia adalah sosok luar biasa dan telah melakukan pekerjaan dengan baik,” tulis Trump, seperti dilansir Jumat (3/4/2026).
Posisi Jaksa Agung selanjutnya akan diisi oleh mantan wakil Bondi, Todd Blanche.
Bondi menyatakan akan membantu proses transisi kepemimpinan dan menyebut pengabdiannya sebagai Jaksa Agung sebagai kehormatan besar dalam hidupnya.
“Saya akan bekerja tanpa lelah memastikan transisi berjalan lancar,” ujar Bondi.
Selama menjabat, kinerja Bondi kerap disorot, terutama terkait penanganan berkas kasus Jeffrey Epstein.
Ia sebelumnya berjanji akan transparan, termasuk membuka daftar klien yang diduga terkait Epstein. Namun, Departemen Kehakiman kemudian menyatakan daftar tersebut tidak ada.
Di bawah tekanan publik dan politik, jutaan dokumen terkait Epstein akhirnya dirilis setelah Kongres mengesahkan aturan yang mewajibkan keterbukaan dokumen yang tidak terklasifikasi.
Meski demikian, langkah tersebut menuai kritik dari berbagai pihak, baik dari Partai Republik maupun Demokrat. Mereka menilai pemerintah gagal melindungi identitas korban sekaligus tidak sepenuhnya transparan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Sejumlah politisi memberikan respons beragam atas pemecatan tersebut.
Anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie, berharap Jaksa Agung baru dapat membuka seluruh berkas Epstein dan menindaklanjutinya secara hukum.
Sementara itu, anggota Partai Demokrat, Ro Khanna, menilai langkah ini menunjukkan tekanan Kongres terhadap pemerintah mulai berdampak.
Ia bahkan meminta agar pengangkatan Todd Blanche ditunda hingga ada komitmen untuk mengusut tuntas kasus Epstein.
Di sisi lain, anggota Kongres dari Carolina Selatan, Nancy Mace, mengkritik keras Bondi karena dinilai gagal menuntaskan penyelidikan.
Pemecatan Bondi juga terjadi setelah dirinya menghadapi tekanan politik yang meningkat, termasuk panggilan dari komite Kongres untuk memberikan keterangan terkait penanganan kasus Epstein.
Sejumlah korban juga mengaku belum mendapatkan respons dari Bondi terkait laporan mereka, sehingga menambah beban politik bagi pemerintahan Trump. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini