Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 20 Mei 2026 |18:50 WIB |Volume: 0.5K • 2.6K • 0.5K • 0.5K • 0.2K DMI • FOB PALOPO • DMI • DMI • LOCO PARINDU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
- 14500 (IMT) 12100 (IBP) 15500 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
- 11010 (MNA) - 15150 WD
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi status WD. Tender DMI mencatat CTR di level 15.500 dengan bidder IMT, IBP, dan PAA. Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder. Tender LOCO PARINDU mencatat penawaran MNA di level 11.010 dengan CTR 15.150.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Timwas Haji DPR Soroti Ambulans Tua dan Alkes KKHI yang Perlu Diremajakan

timwas haji dpr soroti ambulans tua dan alkes kkhi yang perlu diremajakan
Nihayatul Wafiroh (ft: parlementaria)

Makkah, Sinata.id – Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026 sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyoroti kondisi fasilitas kesehatan yang digunakan untuk melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Saat meninjau layanan kesehatan di Kantor KKHI Makkah, Sabtu (23/5/2026), Nihayatul menilai sejumlah peralatan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) perlu segera diperbarui guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah.

Advertisement

Menurutnya, modernisasi alat kesehatan harus dilakukan baik di KKHI Makkah maupun Madinah agar pelayanan medis dapat berjalan lebih optimal.

“Alat-alat kesehatan kita masih perlu diremajakan, baik di KKHI Makkah maupun Madinah, sehingga pelayanan kesehatan bagi jemaah bisa semakin baik,” ujarnya.

Baca Juga  Harris Turino Soroti Keresahan Guru Honorer Pascaterbitnya SE Kemendikdasmen

Selain peralatan medis, Nihayatul juga menyoroti kondisi armada ambulans yang dinilai sudah tidak memadai. Ia menyebut sebagian besar kendaraan operasional yang digunakan saat ini telah berusia tua dan memiliki keterbatasan dalam mendukung mobilitas pelayanan kesehatan.

“Kami juga menerima masukan terkait ambulans yang saat ini sudah cukup tua sehingga operasionalnya menjadi terbatas,” katanya.

Menurut Nihayatul, keterbatasan armada ambulans berpotensi menghambat penanganan dan rujukan medis bagi jemaah yang membutuhkan pelayanan cepat, terutama menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, mengingat banyak jemaah Indonesia yang berasal dari kelompok lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tinggi.

Baca Juga  KPK Dalami Kredit Macet LPEI Rp11,7 Triliun, Sejumlah Pengusaha Diperiksa

Dalam kesempatan tersebut, Nihayatul juga meninjau kondisi pasien yang sedang menjalani perawatan di KKHI. Ia menyebut sebagian besar pasien menunjukkan perkembangan positif dan telah diperbolehkan kembali ke pemondokan.

Meski demikian, ia menilai pembenahan sistem layanan kesehatan haji tidak bisa ditunda. Peremajaan alat kesehatan serta penambahan armada ambulans menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan pelayanan medis kepada jemaah berlangsung cepat, aman, dan maksimal.

Ia menambahkan, DPR RI melalui komisi terkait akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan haji sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini