Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Tidak Benar Listrik di Aceh Sudah Pulih 97 Persen, KESDM Didesak Percepat Pemulihan

anggota dpr ri dari daerah pemilihan aceh ruslan m daud sebut, bahwa tidak benar listrik di aceh sudah pulih 97 persen, sebagaimana klaim menteri energi dan sumber daya mineral (esdm) bahlil lahadalia.
Ruslan M Daud

Jakarta, Sianta.id – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh, Ruslan M Daud menyatakan, bahwa tidak benar listrik di Aceh sudah pulih 97 persen, sebagaimana klaim Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Untu itu pula, Ruslan M Daud mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di Sumatera pasca bencana banjir dan longsor melanda bulan Nopember lalu.

Advertisement

“Masih banyak daerah terdampak banjir dan longsor yang hingga hari ini listriknya belum menyala. Kondisinya tidak seperti yang dikatakan sudah 97 persen pulih,” tutur Ruslan di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

“Pemadaman berkepanjangan membuat masyarakat makin kesulitan di tengah situasi pascabencana. Kami mendesak pemerintah, khususnya Menteri ESDM, benar-benar mempercepat pemulihan listrik,” tambahnya.

Baca Juga  Kemenhub Buka Suara Soal Tiket Pesawat Mahal Saat Mudik: Maskapai Masih Ikuti Aturan

Anggota Komisi V DPR RI ini mengatakan, ketiadaan listrik membuat proses pemulihan pasca bencana berjalan lambat dan membebani masyarakat.

Pelayanan publik, termasuk administrasi, fasilitas kesehatan, distribusi logistik, hingga akses komunikasi, tidak dapat beroperasi secara normal, katanya.

Selain itu, sebutnya, pemadaman listrik juga berdampak pada akses untuk memperoleh air bersih. Sebab banyak pompa air tidak dapat berfungsi.

Ia juga menyampaikan, sejumlah SPBU juga belum berfungsi, dampak dari jaringan listrik belum pulih. “Hanya beberapa SPBU yang tetap beroperasi dengan genset yang menyala terbatas,” ujarnya.

Ungkap Ruslan, proses evakuasi warga terdampak turut pula terhambat akibat dari minimnya penerangan dan terbatasnya alat komunikasi.

Menurutnya, relawan dan aparat di beberapa lokasi terdampak bencana, kesulitan memetakan daerah yang masih terisolasi, karena jaringan listrik dan telekomunikasi belum stabil.

Baca Juga  Ribuan Pendaftar Membludak, Polri Jamin Seleksi Akpol 2026 Transparan

“Ketika listrik padam, akses informasi terbatas. Relawan sulit berkoordinasi, terutama di malam hari. Ini memperlambat proses evakuasi dan distribusi bantuan. Pemerintah harus menjadikan pemulihan listrik sebagai prioritas utama,” tandasnya.

Ia menekankan, percepatan pemulihan listrik merupakan kebutuhan mendesak, karena berkaitan dengan keselamatan warga, kelancaran evakuasi, pemulihan ekonomi, serta stabilitas sosial pada wilayah terdampak. (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini